Senin, 26 Oktober 2026
22:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Daftar count Flanders

Daftar count Flanders

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-Blason_Comt%C3%A9_de_Flandre.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Flandria.

Comte Flandria adalah jabatan untuk orang yang memimpin Provinsi Flandria dari abad ke-9 sampai dihilangkannya kabupaten tersebut melalui revolusi Prancis tahun 1790.

Provinsi Flandria telah memperluas daerah mereka melalui berbagai manuver diplomatik. Hainaut, Namur, Béthune, Nevers, Auxerre, Rethel, Bourgogne, dan Artois yang dikuasai melalui pernikahan. Ironisnya, Kabupaten Flandria mengalami takdir yang sama. Melalui pernikahan Marguerite III, Comtesse Flandria dengan Philippe II dari Bourgogne, provinsi ini dikuasai oleh Kadipaten Bourgogne pada tahun 1405.

Daftar Comte Flandria

Wangsa Flandria

Wangsa Estridsen

Wangsa Normandia

Wangsa Alsace atau Wangsa Metz

Wangsa Flandria

Pada tahun 1244, Kadipaten Flandria dan Hainaut dituntut oleh putra-putra Marguerite II, saudara tiri Jean I dari Hainaut dan Guillaume III dari Dampierre di dalam Pertempuran Suksesi Flandria dan Hainaut. Pada tahun 1246, Raja Louis IX dari Prancis menganugerahkan Flandria kepada Guillaume.

Wangsa Dampierre

  • Guillaume I (bertakhta 1247-1251), putra Marguerite II dan Guillaume II dari Dampierre
  • Gui I (bertakhta 1251-1305), putra Marguerite II dan Guillaume II dari Dampierre, dipenjara tahun 1253-1256 oleh Jean I dari Hainaut, dan juga Comte Namur
  • Robert III ("Singa dari Flandria") (bertakhta 1305-1322), putra Gui
  • Louis I (bertakhta 1322-1346), putra Robert III
  • Louis II (bertakhta 1346-1384), putra Louis I
  • Marguerite III (bertakhta 1384-1405), putri Louis II,

Wangsa Bourgogne

Wangsa Habsburg

Karl V memproklamasikan Sanksi Pragmatis 1549 yang selamanya menyatukan Flandria dengan kekuasaan bangsawan lainnya dari Negara-negara Bawah di dalam kesatuan pribadi. Ketika Kerajaan Habsburg dibagi di antara ahli waris Karl V, Negara-negara Bawah, termasuk Flandria, jatuh ke tangan Felipe II dari Spanyol, dari cabang Spanyol Wangsa Habsburg.

Di antara tahun 1706 dan 1714 Flandria dibagi oleh Inggris dan Belanda selama Pertempuran Suksesi Spanyol. Feodal dituntut oleh Wangsa Habsburg dan Wangsa Bourbon. Pada tahun 1713, Perjanjian Utrecht menyelesaikan suksesi dan Provinsi Flandria pergi ke cabang Austria Wangsa Habsburg.

  • Karl V (bertakhta 1714-1740), buyut Philippe III, juga Kaisar Romawi Suci (terpilih)
  • Maria Theresia (bertakhta 1740-1780), putri Karl VI, rekan-pemimpin
  • Joseph II (bertakhta 1780-1790), putra Maria Theresia dan François I
  • Leopold II (bertakhta 1790-1792), putra Maria Theresia dan François I
  • Franz dari Jerman dan Austria (bertakhta 1792-1835), putra Leopold, juga Kaisar Romawi Suci

Gelar tersebut secara faktual dihapuskan setelah Revolusi Prancis yang mencaplok Flandria pada tahun 1795. Franz melepaskan haknya atas Negara-negara Bawah di dalam Perjanjian Campo Formio pada tahun 1797 dan area tersebut tetap tinggal sebagai bagian dari Prancis sampai akhir Peperangan era Napoleon.

Penggunaan Modern

Wangsa Orange-Nassau

  • tidak ada penuntut setelah tahun 1839

Pada tahun 1815, Kerajaan Bersatu Belanda didirikan oleh Kongres Wina dan William I dari Belanda dibuat Raja Belanda (bahasa Latin:rex Belgii). Revolusi Belgia pada tahun 1830 menyebabkan perpecahan di kerajaan antara Utara dan Selatan. Baik dirinya dan keturunannya tidak menuntut gelar pangeran Flandria setelah tahun 1839, ketika sebuah perjanjian damai di antara Kerajaan Belanda dan Belgia ditandatangani.

Wangsa Saxe-Coburg dan Gotha

250px-Blason_Comt%C3%A9_Flandres.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Comte Flandria Belgia

Pada zaman modern, dari tahun 1831 keatas gelar substantif Comte Flandria diberikan kepada keturunan laki-laki Raja Belgia yang lebih muda (bahasa Latin:rex Belgarum). Sejak tahun 1983 gelar tersebut dihapus.

Wangsa Bourbon

Gelar Comte Flandria merupakan salah satu dari gelar-gelar Mahkota Spanyol. Sebuah gelar historik yang hanya berupa nominal dan seremonial.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan