Kamis, 24 September 2026
05:57 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Pancoran, Jakarta Selatan

Pancoran, Jakarta Selatan

kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta

Artikel ini berisi tentang sebuah kecamatan di Jakarta Selatan. Untuk artikel mengenai pasar di Jakarta Barat, lihat Pasar Pancoran.
Pancoran
Peta lokasi Kecamatan Pancoran
Peta lokasi Kecamatan Pancoran
Koordinat: 6°15′S 106°51′E / 6.25°S 106.85°E / -6.25; 106.85
Negara Indonesia
ProvinsiDKI Jakarta
Kota AdministrasiJakarta Selatan
Pemerintahan
  CamatAlamsah[1]
Populasi
  Total174.542 jiwa
  Kepadatan19.678/km2 (50,970/sq mi)
Kode pos
12700
Kode Kemendagri31.74.08 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3171080 Suntingan nilai di Wikidata
Luas8,87 km²
Desa/kelurahan6
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pancoran%2C_Jakarta_Selatan&revid=28399555&groups=_1cadd9c1e784ca09e12a79c0232ba2c15a4ee131&parser=parsoid

Kecamatan Pancoran adalah sebuah kecamatan di Jakarta Selatan. Dahulu, kecamatan ini merupakan bagian dari kecamatan Mampang Prapatan.[3] Pada tahun 1987, dibentuk kecamatan perwakilan Mampang Prapatan di Pancoran. Kemudian, pada tahun 1991, kecamatan Pancoran resmi menjadi kecamatan yang pisah dari kecamatan Mampang Prapatan.[4]

Asal Usul Nama Pancoran

Nama Pancoran berasal dari sebuah dongeng Betawi yang menceritakan sebuah kerajaan di selatan Jakarta yang memiliki seorang raja yang dikaruniai tiga pangeran. Ketiga pangeran tersebut bernama Pangeran Jaya, Pangeran Suta, dan Pangeran Gerinda.

Pada suatu hari, sang raja berencana memilih penerus takhta dan memerintahkan ketiga putranya untuk pergi dari istana untuk menempuh ujian. Ketiga putra itu pun, meninggalkan istana dan melakukan perjalanan. Di tengah perjalanan, ketiga putra tersebut kehausan. Kedua putra raja, Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda sudah terlalu haus, maka mereka meminum air dari pancuran tersebut, meskipun sudah dilarang sang kakak, Pangeran Jaya. Setelah meminum air tersebut, kedua pangeran tersebut tewas di tempat.

Sang kakak, Pangeran Jaya kebingungan, karena kedua adiknya tewas. Tiba-tiba, seorang kakek muncul. Dia pun berkata bahwa kedua adiknya telah meminum air dari telaga pancuran tanpa meminta izin dan hal itu membuat kedua pangeran tersebut tewas. Pangeran Jaya sangat sedih mendengar adiknya tewas. Ia pun meminta sang kakek mengembalikan nyawa kedua adiknya.

Kemudian, sang kakek menawarkan Pangeran Jaya mengganti nyawanya untuk menghidupkan kedua adiknya. Pangeran Jaya pun menyetujui tawaran sang kakek. Ia pun meminum air pancuran tersebut dan kedua adiknya kembali bangkit. Namun, setelah meminum air pancuran tersebut, Pangeran Jaya masih tetap hidup. Hal itu membuat kaget kedua adiknya.

Lalu, sang kakek meminta ketiga pangeran tersebut untuk mencabut tongkat yang ia tancapkan dan berkata bahwa ahli waris kerajaanlah yang dapat mencabut tongkat tersebut. Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda tidak berhasil mencabut tongkat tersebut. Pada akhirnya, Pangeran Jaya mencoba mencabutnya dan ia berhasil mencabut tongkat tersebut.

Dari hasil ujian tersebut, Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda percaya bahwa sang kakaklah yang mampu menggantikan takhta sang ayah. Mereka pun pulang dan mengabarkan hal tersebut kepada sang ayah. Maka terpilihlah Pangeran Jaya sebagai pemimpin baru kerajaan tersebut. Pada akhirnya, tempat air pancuran tempat ketiga pangeran tersebut minum disebut Pancoran.[5][6]

Sejarah

Kecamatan Pancoran merupakan bagian dari Kecamatan Mampang Prapatan sampai tahun 1985. Saat itu, Pancoran masih berstatus sebagai kecamatan perwakilan di dalam Mampang Prapatan. Hingga pada tanggal 18 Desember 1990, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1990 yang mengatur pembentukan kecamatan baru di wilayah DKI Jakarta. Kecamatan Pancoran bersama dengan kecamatan Johar Baru di Jakarta Pusat, kecamatan Palmerah, kecamatan Kalideres, dan kecamatan Kembangan di Jakarta Barat, kecamatan Pesanggrahan dan kecamatan Jagakarsa di Jakarta Selatan, kecamatan Duren Sawit, kecamatan Makasar, kecamatan Cipayung, dan kecamatan Ciracas di Jakarta Timur, dan kecamatan Kelapa Gading dan kecamatan Pademangan di Jakarta Utara dimekarkan dari kecamatan induk yang membawahi wilayah kecamatan tersebut. Kelurahan yang masuk wilayah kecamatan Pancoran antara lain:

  1. Kelurahan Pancoran
  2. Kelurahan Cikoko
  3. Kelurahan Pengadegan
  4. Kelurahan Rawajati
  5. Kelurahan Kalibata
  6. Kelurahan Duren Tiga

Selain itu, PP Nomor 60 Tahun 1990 menetapkan pusat pemerintahan Kecamatan Pancoran berada di Kelurahan Pancoran.[4]

Kelurahan

  1. Kelurahan Kalibata, dengan kode pos 12740
  2. Kelurahan Rawa Jati, dengan kode pos 12750
  3. Kelurahan Duren Tiga, dengan kode pos 12760
  4. Kelurahan Cikoko, dengan kode pos 12770
  5. Kelurahan Pengadegan, dengan kode pos 12770
  6. Kelurahan Pancoran, dengan kode pos 12780

Batas kecamatan

Demografi

Jumlah penduduk kecamatan Pancoran pada tahun 2024 sebanyak 174.542 jiwa. Sementara untuk agama yang dianut, mayoritas menganut agama Islam sebanyak 92,56%. Diikuti oleh penganut agama Kekristenan yakni sebanyak 6,96% (Protestan sebanyak 5,18% dan Katolik sebanyak 1,78%). Selebihnya beragama Buddha, Hindu dan lainnya sebanyak 0,48%.[2] Rumah ibadah, masjid sebanyak 68 unit, mushoa 89 unit, gereja Protestan sebanyak 7 unit, dan pura sebanyak 1 unit.[2]

Pendidikan

Daftar SMP dan SMA di Kecamatan Pancoran, yakni:

  1. SMA Negeri 55 Jakarta di Duren Tiga
  2. SMP Negeri 154 Jakarta di Pengadegan
  3. SMP Negeri 155 Jakarta di Cikoko
  4. SMP Negeri 182 Jakarta di Kalibata
  5. SMP Negeri 238 Jakarta di Duren Tiga

Lihat pula

Referensi

  1. "Pejabat Pemerintahan". www.selatan.jakarta.go.id. Diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  2. 1 2 3 "Kota Jakarta Selatan Dalam Angka 2025" (pdf). jakselkota.bps.go.id. hlm. 6, 48, 115, 116. Diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  3. Novianti, Fenty. "Asal Usul Pancoran Jakarta: Dibuat sebagai Tantangan Sang Pangeran Selama 30 Hari? - Bandung Raya". prbandungraya.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-11-09.
  4. 1 2 "PP No. 60 Tahun 1990 [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. 1990-12-18. Diakses tanggal 2022-11-09.
  5. A, Maharani Nur. "Kisah dari Jakarta Selatan: Sejarah Nama Pancoran - Jaksel News - Halaman 2". jakselnews.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-11-09.
  6. "Cerita Rakyat Betawi: Asal-Usul Nama Pancoran dan Legenda Kampung Condet". kumparan. Diakses tanggal 2022-11-09.
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan
Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan