Sabtu, 31 Oktober 2026
23:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pance Pondaag

Pance Pondaag

komponis asal Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Minahasa, marganya adalah Pondaag.
Pance Pondaag
250px-Pance_Pondaag_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pance bersama Yuni Shara
Lahir
Pance Frans Pondaag

(1951-02-18)18 Februari 1951
Meninggal3 Juni 2010(2010-06-03) (umur 59)
Jakarta, Indonesia
PekerjaanPenyanyi-penulis lagu
Pasangan menikahJaty Lisal (1985–2010)
AnakPaul Pondaag (1986)
Prisilia Putri Pondaag (1988)
Patricia Purnama Pondaag (1994)
Karier musik
GenrePop, pop rok, soft rock, religi
Tahun aktif1965–2010
LabelPurnama Records

Pance Frans Pondaag (18 Februari 1951 – 3 Juni 2010) adalah seorang penyanyi berdarah Minahasa kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan dan pencipta lagu asal Indonesia. Pance Pondaag terkenal dengan lagu Yang Pertama Kali ini aktif di dunia musik sejak tahun 1980an. Tak hanya lagu pop, Pance Pondaag juga memiliki sederet lagu religi atau lagu rohani agama Kristiani.[1] Pance Pondaag berpulang pada tanggal 3 Juni 2010 karena mengidap penyakit stroke. Selama sembilan tahun ia berjuang melawan penyakitnya hingga membuat sebagian tubuhnya lumpuh.[2]

Karier

Pance menjadi gitaris utama dan pimpinan di umur 14 tahun bersama empat anak remaja 14 tahun membentuk grup band Hard Rock Peace di Makassar pada tahun 1965. Peace ini bubar karena Pance keluar pada tahun 1976. Setelah keluar dari Peace, Pance mengorbitkan penyanyi-penyanyi seperti Dian Piesesha, Maya Rumantir dan Meriam Bellina. Di rumahnya ia mendirikan studio "Flower Sound". Pada tahun 1978 Hetty Koes Endang menyayikan lagu ciptaannya "Lahir Lagi Satu" meraih juara 1 Tingkat Nasional.

Selain mencipta dan menyanyikan lagu-lagu Indonesia populer, ia juga menciptakan sejumlah lagu rohani seperti Renungkanlah, Dunia Semakin Tua, Pengumulan Hidup, Sertakan Yesus, Kuatlah Imanku, dan Dekatkanlah Dirimu. Pance juga kerap tampil menyanyi dan pelayanan dari sisi seni suara di gereja.[3]

Lagu - Lagu Populer Ciptaan Pance

250px-Pance_Pondaag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Tak Ingin Sendiri
  • Kucari Jalan Terbaik
  • Aku Masih Sendiri
  • Untuk Sebuah Nama
  • Orang Ketiga
  • Engkau Segalanya Bagiku
  • Kau Dan Si Buah Hati
  • Mulanya Biasa Saja
  • Walau Hati Menangis
  • Ada Rindu Untukmu
  • Satukanlah Hati Kami
  • Apa Salahku
  • Dimana Aku Harus Mencari
  • Symponi Rindu
  • Disaat Kau Harus Memilih
  • Mengapa Ada Dusta
  • Bukan Aku Menolakmu
  • Mengapa Tak Pernah Jujur
  • Nostalgia Biru
  • Begitu Indah
  • Kau Telah Berdua
  • Yang Pertama Kali
  • Jangan Pernah Kau Ragukan
  • Mutiaraku
  • Mengapa Tiada Maaf
  • Masih Ada

Album Lagu Rohani

  • Yesus Telah Datang (1989)
  • Ku Berserah Bersama Trio Alpins (1990)
  • Kuberserah (1991)
  • Musang Berbulu Domba (1992)
  • Kita Harus Jujur (1995)
  • Malam Kudus (1998)
  • Doa Novena (2001)
  • Di Mata Tuhan Semua Sama (2013)
  • Natal Bersama Pance (2018)

Album

  • Pop Indonesia Vol 1 (1976)
  • Lahir Lagi Satu (1978)
  • Hatiku Untukmu (1980)
  • Jawaban Untuk Sebuah Nama (1984)
  • Jawaban Symponi Rindu (1984)
  • Instrumental Vol 4 (1984)
  • Aku Masih Sendiri (1985)
  • Pertama Dalam Bossas (1986)
  • Ada Rindu Untukmu Bersama Trio Ambisi (1986)
  • Yang Pertama Kali Bersama Ance (1986)
  • Kasih Dan Sayang Bersama Ance (1987)
  • Disaat Kau Harus Memilih (1987)
  • Engkau Bersama Lydia Natalia & Ria Angelina (1987)
  • Demi Kau Dan Si Buah Hati (1987)
  • Katakanlah Bersama Ance (1988)
  • Jangan Berpisah Lagi Bersama Ance (1988)
  • 12 Lagu Dan Jawaban (1988)
  • Best Hits Pance Vol 1 (1990)
  • Best Hits Pance Vol 2 (1990)
  • Best Hits Pance Vol 3 (1990)
  • Hati Berkabut Biru (1992)
  • Tak Ingin Terpisah Bersama Margaretha (1992)
  • Desember Kelabu (1994)
  • Coba Kau Renungkan (1994)
  • Kita Harus Jujur (1995)
  • Mengapa Ada Dusta (1995)
  • Permataku (1996)
  • The Best Song Of Pance Pondaag Vol 1. (1999)
  • The Best Of Edisi '99 (1999)
  • The Best Of, Vol 2 (1999)
  • The Very Best Of Pance (1999)
  • Non Stop Tebe Tebe (2001)
  • Pop Manado Pance (2002)
  • The Best of Pance F. Pondaag Karaoke VCD. (2004)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 1 "Pengorbanan di atas segalanya" (2001)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 2 "Kau dan aku menyatu" (2001)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 3 "Rindu di hatinya" (2001)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 4 "Mengapa Tak Pernah Jujur" (2003)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 6 "Satuhkan Hatimu" (2003)
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 7 " Aku Masih Sendiri" (2003)
  • Lagu Lagu Duet Pance (2013)

Referensi

  1. ↑ Nofianti, Maria (2021-10-07). "Biodata Pance Pondaag, Salah Satu Penyanyi Legend Indonesia yang Lagunya Masih Enak Didengar Sampai Sekarang". Diakses tanggal 21 Oktober 2022.
  2. ↑ Hendrawan Sofyan, Eko (2010-06-04). Sofyan, Eko Hendrawan (ed.). "Inilah Jejak Kenangan Pance". Kompas.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2022.
  3. ↑ Indonesia, Penulis Tokoh (2011-04-14). "Lagunya Orbitkan Sejumlah Penyanyi [Pance Pondaag]". Tokoh Indonesia. Diakses tanggal 21 Oktober 2022.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan