Selasa, 22 September 2026
14:28 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pakta Anti-Komintern

Pakta Anti-Komintern

artikel daftar Wikimedia

Pakta Anti-Komintern
330px-Anti-Comintern_Pact_signing_1936.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duta Besar Jepang untuk Jerman Kintomo Mushanokōji dan Duta Besar Jerman untuk Urusan Luar Negeri Joachim von Ribbentrop menandatangani Pakta Anti-Komintern.
JenisPakta
Dirancang23 Oktober 1936
Ditandatangani25 November 1936
LokasiBerlin, Jerman
Pihak

Pakta Anti-Komunis Internasional,[1] yang secara resmi disebut Perjanjian Melawan Komunis Internasional,[2] adalah pakta anti-komunis yang disepakati antara Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang pada 25 November 1936 dan ditujukan terhadap Komunis Internasional (Komintern). Pakta ini ditandatangani oleh duta besar keliling Jerman Joachim von Ribbentrop dan duta besar Jepang untuk Jerman Kintomo Mushanokōji.[3]:188–189 Italia bergabung pada tahun 1937 (sebelumnya telah menandatangani Pakta Italia-Soviet,[4] yang sebagian ditujukan terhadap Hitler), tetapi secara hukum diakui sebagai penandatangan asli berdasarkan ketentuan keanggotaannya. Spanyol dan Hungaria bergabung pada tahun 1939. Negara-negara lain bergabung selama Perang Dunia II.[5]:49

Pihak Jepang yang menandatangani perjanjian tersebut berharap bahwa Pakta Anti-Komunis akan secara efektif menjadi aliansi melawan Uni Soviet, yang memang demikianlah persepsi Soviet.[6]:226 Terdapat juga protokol tambahan rahasia yang menetapkan kebijakan bersama Jerman-Jepang yang secara khusus ditujukan melawan Uni Soviet.[7]:188–189[8]

Setelah Agustus 1939, Jepang menjauhkan diri dari Jerman sebagai akibat dari Pakta Molotov-Ribbentrop.[9]:24[10]:40 Pakta Anti-Komunis diikuti oleh Pakta Tripartit September 1940, yang mengidentifikasi Amerika Serikat sebagai ancaman utama daripada Uni Soviet, meskipun secara teori juga berlaku untuk Soviet;[11]:14 namun, pada Desember 1941, pakta ini pun praktis tidak berlaku.[12] Pakta Anti-Komunis kemudian diperbarui pada November 1941 dan menyaksikan masuknya beberapa anggota baru ke dalam pakta tersebut.[13]:49 Rezim Nazi melihat penandatanganan Pakta Anti-Komunis sebagai "ujian kesetiaan".[14] Pakta Anti-Komunis berakhir dengan berakhirnya Perang Dunia II.

Isi perjanjian

Dalam kasus serangan Uni Soviet terhadap Jerman atau Jepang, kedua negara sepakat untuk berkonsultasi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil "untuk melindungi kepentingan bersama mereka". Mereka juga sepakat bahwa kedua negara tidak akan membuat perjanjian politik dengan Uni Soviet, serta Jerman juga sepakat untuk mengakui Manchukuo.

Pembentukan "Blok Poros"

Pada tanggal 6 November 1937 Italia juga bergabung dengan pakta ini,[15] sehingga membentuk kelompok yang kemudian dikenal sebagai Blok Poros. Keputusan Italia ini kurang lebih merupakan reaksi terhadap gagalnya front Stresa, suatu inisiatif Prancis-Inggris tahun 1935 yang dirancang untuk mencegah agar Jerman Nazi tidak berekspansi melebihi batas wilayahnya saat itu. Kedua negara tersebut secara khusus berusaha untuk memblokir "ekspansionisme Jerman", terutama aneksasi Austria, yang juga merupakan kepentingan Italia. Hubungan yang saling curiga dan keinginan ekspansionisme Benito Mussolini, akhirnya menimbulkan jarak antara Italia dengan Inggris dan Prancis. Italia tanpa alasan yang jelas kemudian menyerbu Negara Afrika Abesinia (Ethiopia) pada bulan Oktober 1935, suatu tindakan agresi yang merupakan pelanggaran kebijakan Liga Bangsa-Bangsa. Inggris dan Prancis masih berusaha mengadakan persetujuan rahasia dengan Italia, yang membiarkannya menguasai dua-pertiga Abesinia, yaitu melalui Pakta Hoare-Laval. Ketika informasi ini kemudian bocor kepada publik di Inggris dan Prancis, pemerintahan yang sedang berkuasa terperosok ke dalam skandal dan Menteri Luar Negeri Inggris, Samuel Hoare, terpaksa mengundurkan diri. Sebagai akibatnya maka Pakta Hoare-Laval dibatalkan.

Revisi pakta tahun 1941

Pakta Anti-Komintern dihidupkan kembali pada tahun 1941, setelah serangan Jerman atas Uni Soviet yang dimulai dengan Operasi Barbarossa. Pada tanggal 25 November, pembaruan yang berlaku selama lima tahun tersebut dirayakan. Kali ini para penandatangannya adalah:

Referensi

  1. (Jerman: Antikominternpakt; Italia: Patto anticomintern; Jepang: 防共協定, Bōkyō kyōtei)
  2. (Jerman: Abkommen gegen die Kommunistische Internationale; Jepang: Kyōsan "intānashonaru" ni taisuru kyōtei (共産「インターナショナル」ニ対スル協定))
  3. Hofer, Walther, ed. (1982) [1977]. Der Nationalsozialismus: Dokumente 1933–1945 (dalam bahasa Jerman). Frankfurt/Main: Fischer Taschenbuch Verlag. ISBN 3596260841.
  4. Stoker, Donald J.; Grant, Jonathan (2003). Girding for Battle: The Arms Trade in a Global Perspective, 1815–1940 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Academic. hlm. 180. ISBN 978-0-275-97339-1. Diakses tanggal 27 Juli 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Osmanczyk, Edmund J. (1990) [1985]. The Encyclopedia of The United Nations and International Relations (Edisi 2nd). Bristol: Taylor and Francis. ISBN 0850668336.
  6. Bosworth, Richard J. B.; Maiolo, Joseph A., ed. (2015). Politics and Ideology. The Cambridge History of the Second World War. Vol. 2. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9781107034075.
  7. Hofer, Walther, ed. (1982) [1977]. Der Nationalsozialismus: Dokumente 1933–1945 (dalam bahasa Jerman). Frankfurt/Main: Fischer Taschenbuch Verlag. ISBN 3596260841.
  8. Weinberg, Gerhard L. (1954). "Die geheimen Abkommen zum Antikominternpakt. Dokumentation" (PDF). Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte (dalam bahasa Jerman). 1954/2: 193–201 via Institut für Zeitgeschichte.
  9. Bosworth, Richard J. B.; Maiolo, Joseph A., ed. (2015). Politics and Ideology. The Cambridge History of the Second World War. Vol. 2. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9781107034075.
  10. Boog, Horst; et al. (1998). The Attack on the Soviet Union. Germany and the Second World War. Vol. 4. Oxford: Clarendon Press. ISBN 0198228864.
  11. Ciano, Galeazzo (1980). 1937–1938: Diario (dalam bahasa Italia). Milan: Cappelli Editore.
  12. Schroeder, Paul W. (1958). The Axis Alliance and Japanese-American Relations, 1941. Cornell University Press. hlm. 154. ISBN 0801403715. Diakses tanggal 23 Oktober 2020.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggalPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Osmanczyk, Edmund J. (1990) [1985]. The Encyclopedia of The United Nations and International Relations (Edisi 2nd). Bristol: Taylor and Francis. ISBN 0850668336.
  14. Goda, Norman J. W. (2015). "The diplomacy of the Axis, 1940–1945". The Cambridge History of the Second World War: 276–300. doi:10.1017/CHO9781139524377.015. ISBN 9781139524377. Diakses tanggal 25 Oktober 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  15. Robert Melvin Spector. World Without Civilization: Mass Murder and the Holocaust, History, and Analysis, pg. 257
  16. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Edmund Osmańczyk: Encyclopedia of the United Nations and International Agreements, Taylor and Francis 2002, ISBN 0-415-93921-6, page 104

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan