Sabtu, 17 Oktober 2026
17:41 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Padangsche Opera

Bagikan:

Padangsche Opera adalah grup teater yang beraktivitas di Kampung Nias, Padang pada masa Hindia Belanda.[1] Grup ini didirikan pada tahun 1920-an di bawah pimpinan Amiruddin atau Amir gelar Marah Soelaiman. Grup ini terkenal lewat adaptasi panggung garapan Andjar Asmara dari novel populer sezaman seperti Melati van Agam (Parada Harahap) dan Sitti Nurbaya (Marah Roesli).[2][3] Lakon lainnya yakni Sitti Djamilah, Laras Simawang, dan Kenanga dari Padang.[4]

Popularitas Padangsche Opera tak terlepas dari figur Andjar yang membawa pembaruan dalam gaya pementasan dari semula serba dinyanyikan atau dialognya diucapkan menjadi bentuk toneel, sandiwara yang dikenal sekarang ini.[5][3] Andjar mendorong Padangsche Opera tidak lagi hanya mementaskan cerita khayal, tetapi cerita kejadian yang sebenarnya. Adaptasi panggung Sitti Nurbaya pada 1923 (setahun setelah novelnya terbit) membawa Padangsche Opera mendulang popularitas dan melakukan tur ke seluruh Jawa, termasuk Batavia.[6]

Matthew Isaac Cohen dalam New Theatre Quarterly menulis Padangsche Opera membawa perubahan besar dalam praktik teater di Sumatera secara umum.[7]

Referensi

  1. ↑ "Padangsche Opera". Sinar Sumatra. 21 Januari 1926
  2. ↑ Hutari, Fandy (2009). Sandiwara dan perang: politisasi terhadap aktivitas sandiwara modern masa Jepang di Jakarta, 1942-1945. Ombak. ISBN 978-602-8335-07-2.
  3. 1 2 Trussler, Simon; Barker, Clive (2003-12-15). New Theatre Quarterly 75: Volume 19, Part 3 (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-53590-8.
  4. ↑ Brahim (1968). Drama dalam pendidikan: suatu tindjauan dengan pusat garapan kumpulan sandiwara-sandiwara karja Armijn Pane: Djinak-djinak merpati. Gunung Agung.
  5. ↑ Indonesia (Association), Sinematek (1979). Apa siapa orang film Indonesia, 1926-1978. Yayasan Artis Film : Sinematik Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  6. ↑ Woodrich, Christopher A. (2018-05-29). Ekranisasi Awal: Bringing Novels to The Silver Screen in The Dutch East Indies (dalam bahasa Inggris). UGM PRESS. ISBN 978-602-386-262-7.
  7. ↑ Cohen, Matthew Isaac (2003-08). "Look at the Clouds: Migration and West Sumatran 'Popular' Theatre". New Theatre Quarterly (dalam bahasa Inggris). 19 (3): 214–229. doi:10.1017/S0266464X03000125. ISSN 1474-0613.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan