Kamis, 29 Oktober 2026
00:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Daftar Perdana Menteri Bangladesh

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Perdana Menteri Bangladesh, pada praktiknya adalah posisi politik yang paling berkuasa di Bangladesh. Presiden Bangladesh dianggap lebih senior daripada Perdana Menteri, tetapi jabatannya hanya bersifat simbolis. Perdana Menteri memegang kendali atas cabang eksekutif pemerintahan dan memimpin kabinet negara.

Perdana Menteri ditunjuk oleh Presiden berdasarkan keadaan di Jatiya Sangsad (parlemen Bangladesh). Perdana Menteri biasanya adalah pemimpin partai terbesar (atau kelompok koalisi) di Jatiya Sangsad dan harus memiliki kepercayaan Jatiya Sangsad untuk memerintah.

Kadang-kadang muncul perdebatan, siapa yang harus dianggap sebagai Perdana Menteri. Mashiur Rahman yang memerintah dengan gelar "Menteri Senior", sementara Mohammad Habibur Rahman dan Latifur Rahman memimpin pemerintahan-pemerintahan sementara dengan gelar "Penasihat Utama". Dengan tidak memperhitungkan para pemimpin sementara (namun mencakup Mashiur Rahman, Menteri Senior), telah ada beberapa Perdana Menteri Bangladesh. Salah satunya, Khaleda Zia, memegang jabatan ini dalam dua kali masa jabatan secara tidak berturut-turut. Ia juga memegang rekor masa pemerintahan yang paling lama sebagai Perdana Menteri. Namun, Sheikh Hasina Wajed memegang rekor masa jabatan yang paling lama dan tidak terputus sebagai perdana menteri, karena masa jabatannya belangsung beberapa minggu lebih lama daripada masa jabatan pertama Khaleda Zia.

No Periode Jabatan Nama Afiliasi
116 Desember 1971 – 12 Januari 1972Tajuddin Ahmad, Perdana MenteriLiga Awami Bangladesh
212 Januari 1972 – 26 Januari 1975Mujibur Rahman, Perdana MenteriLiga Awami Bangladesh
326 Januari 1975 – 15 Agustus 1975Muhammad Mansur Ali, Perdana MenteriLiga Awami Bangladesh
15 Agustus 1975 – 6 November 1975Khondaker Mostaq Ahmad, PresidenLiga Awami Bangladesh
6 November 1975 – 21 April 1977Abu Sadat Mohammad Sayem, Presiden Partai Nasionalis Bangladesh
21 April 1977 – 29 Juni 1978Ziaur Rahman, Presiden Partai Nasionalis Bangladesh
29 Juni 1978 – 12 Maret 1979Mashiur Rahman, Menteri Senior[1]Partai Nasionalis Bangladesh
12 Maret 1979 – 15 April 1979Ziaur Rahman, PresidenPartai Nasionalis Bangladesh
415 April 1979 – 24 Maret 1982Azizur Rahman, Perdana MenteriPartai Nasionalis Bangladesh
24 Maret 1982 – 27 Maret 1982Hossain Mohammad Ershad, PresidenPartai Jatiya
27 Maret 1982 – 11 Desember 1983Abul Fazal Mohammad Ahsanuddin Choudhury, PresidenPartai Jatiya
11 Desember 1983 – 30 Maret 1984Hossain Mohammad Ershad, PresidenPartai Jatiya
530 Maret 1984 – 9 Juli 1986Ataur Rahman Khan, Perdana MenteriPartai Jatiya
69 Juli 1986 – 27 Maret 1988Mizanur Rahman Chowdhury, Perdana MenteriPartai Jatiya
727 Maret 1988 – 12 Agustus 1989Moudud Ahmed, Perdana MenteriPartai Jatiya
812 Agustus 1989 – 6 Desember 1990Kazi Zafar Ahmed, Perdana MenteriPartai Jatiya
6 Desember 1990 – 20 Maret 1991Shahabuddin Ahmed, Pejabat PresidenIndependen
920 Maret 1991 – 30 Maret 1996Khaleda Zia, Perdana MenteriPartai Nasionalis Bangladesh
30 Maret 1996 – 23 Juni 1996Habibur Rahman, Penjabat Perdana MenteriIndependen
1023 Juni 1996 – 15 Juli 2001Hasina Wazed, Perdana MenteriLiga Awami Bangladesh
15 Juli 2001 – 10 Oktober 2001Latifur Rahman, Penjabat Perdana MenteriIndependen
(9)10 Oktober 2001 – 29 Oktober 2006Khaleda Zia, Perdana Menteri Partai Nasionalis Bangladesh
29 Oktober 2006 – 11 Januari 2007Iajuddin Ahmed, Presiden dan Penjabat Perdana Menteri Independen
11 Januari 2007 – 12 Januari 2007Fazlul Haque, Penjabat Perdana Menteri[1] Independen
12 Januari 2007 – 6 Januari 2009Fakhruddin Ahmed, Penjabat Perdana Menteri Independen
(10)6 Januari 2009 – 5 Agustus 2024Hasina Wazed, Perdana MenteriLiga Awami Bangladesh
8 Agustus 2026 – 17 Februari 2026Muhammad Yunus, Penjabat Perdana Menteri Independen
1117 Februari 2026 –Tarique Rahman, Perdana MenteriPartai Nasionalis Bangladesh
Partai Politik

  Liga Awami Bangladesh
  Partai Nasionalis Bangladesh
  Partai Jatiya
  Independen

Referensi

Lihat juga

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan