Senin, 02 November 2026
11:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pieter Schuyt

Bagikan:

dr. P. Schuyt (1884-1981), adalah seorang penginjil dan dokter Belanda. Sebagai misionaris, Schuyt dilatih di Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG).[1] Dewan NZG kemudian memutuskan untuk mengalokasikan dua peserta yang akan melakukan misi pelatihan di Poso, dan mereka adalah Schuyt dan P. Ten Kate.[2]

Pada tahun 1908 hingga 1917, Schuyt menjadi guru misionaris di Kuku.[3] Karena dia merasa "terlahir sebagai dokter", dia menjadi tertarik ke sisi medis dalam misi penginjilan dan ingin lebih memenuhi syarat tersebut, sehingga pada tahun 1917 hingga 1919, dia bekerja di Rumah Misi Reformed Petronella Belanda di Yogyakarta. Pada tahun 1919 hingga 1924, Schuyt kembali ke Sulawesi Tengah.

Meski pada awalnya memiliki hubungan yang harmonis, hubungan antara Schuyt dengan Albertus Christiaan Kruyt —pemimpin informal pekerjaan penginjilan di Poso— mulai merenggang pada tahun 1921.[4] Schuyt terlibat konflik dengan Kruyt, yang memiliki niat untuk melindungi penduduk terhadap eksploitasi oleh pedagang Tionghoa dan Arab yang mengatur perdagangan secara sistematis dengan membuka toko-toko, berbeda dengan pendapat Schuyt tentang mengkristenkan ritual kuno untuk orang yang telah meninggal dengan memperkenalkan ritual membersihkan kuburan (ritual yang dilakukan pada Hari Paskah). Penyebab utama ketegangan adalah tujuan Schuyt yang menginginkan pelayanan terpusat dan profesional sebagai lingkup kemungkinan medis "darurat". Kruyt melihat pelayanan medis sebagai sarana untuk memenangkan kepercayaan penduduk pada tahap awal dari misi penginjilan di Poso, dan karena itu fokus pada kegiatan penginjilan secara individu.

Pada tahun 1924 Schuyt dipulangkan, dan kemudian dia mengikuti pendidikan dokter di Leiden.[5] Pada tahun 1928, setelah menyelesaikan studinya, Schuyt memang kembali ke Poso —Tentena lebih tepatnya— untuk melanjutkan pekerjaannya. Tahun 1929 adalah akhir dari permasalahah di antara mereka berdua ketika Dewan NZG akhirnya memutuskan, atas saran dari Konferensi misionaris, untuk tidak membiarkan dokter Schuyt kembali ke Sulawesi Tengah. Schuyt tahu ini karena pengaruh Kruyt. Konflik ini begitu parah sampai nama keluarga Schuyt dan Kruyt tidak harus disebutkan lagi secara bersama-sama.[6]

Referensi

  1. ↑ "Schuyt, P., 1908-1928, 1969". Het Utrechts Archief. Diakses tanggal 18 Januari 2017.
  2. ↑ Noort 2006, hlm. 67. sfn error: tanpa target: CITEREFNoort2006 (bantuan)
  3. ↑ Noort 2006, hlm. 75. sfn error: tanpa target: CITEREFNoort2006 (bantuan)
  4. ↑ Noort 2006, hlm. 85–86. sfn error: tanpa target: CITEREFNoort2006 (bantuan)
  5. ↑ Noort 2006, hlm. 86. sfn error: tanpa target: CITEREFNoort2006 (bantuan)
  6. ↑ Noort 2006, hlm. 87. sfn error: tanpa target: CITEREFNoort2006 (bantuan)

Sumber

Deli
Karo
Jawa Timur
Minahasa
Poso
Maluku
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan