Selasa, 03 November 2026
09:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Owa bilau

Owa bilau

Bagikan:
Owa bilau[1]
250px-Hylobates_klossii_B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[3]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Hylobatidae
Genus: Hylobates
Spesies:
H. klossii
Nama binomial
Hylobates klossii
(Miller, 1903)
250px-Kloss%27s_Gibbon_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Owa bilau, bilou, owa bilou[4] atau owa mentawai (Hylobates klossii) adalah suatu jenis kera unik dalam famili Hylobatidae yang mirip dengan siamang, namun kerdil dan menyebar terbatas (endemik) di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sekujur tubuh bilou jantan, betina dan anak dipenuhi oleh rambut berwarna hitam. Berat tubuh jantan dan betina dewasa rata-rata 5,5 kg. Panjang tubuh sekitar 45 cm.

Habitat bilou adalah Kepulauan Mentawai. Distribusinya adalah Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.[4]

Habitat dan persebaran

Owa bilau merupakan satwa endemik kepulauan mentawai (Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan). Primata ini dikategorikan sebagai satwa arboreal dan diurnal yang menghuni lapisan kanopi atas hutan tropis. Spesies ini bersifat omnivora dengan kecenderungan frugivora; buah-buahan menyumbang sekitar 73% dari waktu makannya, sedangkan serangga dan arthropoda sekitar 25%. [5]

Habitatnya meliputi hutan gugur, hutan musim, hutan hujan tropis selalu hijau, serta hutan rawa pada berbagai ketinggian, dengan curah hujan tahunan yang dapat mencapai 4.000 mm. Luas wilayah jelajahnya bervariasi, dilaporkan antara 7–11 hektare hingga sekitar 32 hektare, bergantung pada kondisi habitat dan ketersediaan pakan. [5]

Owa bilau hidup dalam kelompok kecil yang umumnya terdiri atas 4–6 individu dengan sistem sosial monogami. Jarak pergerakan harian rata-rata sekitar 1,5 kilometer. Reproduksi berlangsung sepanjang tahun dengan kelahiran tunggal. Sejumlah survei menunjukkan bahwa kepadatan populasi relatif serupa di hutan primer maupun hutan yang telah mengalami penebangan selektif dalam rentang waktu 10–20 tahun, selama struktur kanopi tetap terpelihara.[5]

Konservasi

Satwa ini dilindungi berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999. Status CITES: Appendix I/Tahun 2001. Status IUCN: Terancam (Endangered).[6] Bilou mengalami bahaya kepunahan akibat perburuan, perdagangan dan kehilangan habitat. Satwa ini biasanya dijadikan binatang peliharaan.

Catatan kaki

  1. ↑ Groves, C. P. (2005). "Order Primates". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 179. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  2. ↑ Liswanto, D.; Whittaker, D.; Geissmann, T.; Whitten, T. (2020). "Hylobates klossii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T10547A17967475. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T10547A17967475.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  4. 1 2 Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 360. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.
  5. 1 2 3 Liswanto, D., Whittaker, D.; et al. (last version 2020). "Hylobates klosii". The IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 2026-03-02.{{cite web}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Whittaker, D. & T. Geissmann. 2008. Hylobates klossii. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 23 January 2015.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan