Minggu, 01 November 2026
03:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Oreaster reticulatus

Oreaster reticulatus

Bagikan:
Oreaster reticulatus
250px-Oreaster_Grahams_Harbour.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bintang laut cushion merah, Oreaster reticulatus, di Pulau San Salvador, Bahams
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Echinodermata
Kelas: Asteroidea
Ordo: Valvatida
Famili: Oreasteridae
Genus: Oreaster
Spesies:
O. reticulatus
Nama binomial
Oreaster reticulatus
Sinonim[1]

Asterias gigas Linnaeus, 1753
Asterias pentacyphus Retzius, 1805
Asterias reticulata Linnaeus, 1758
Asterias sebae de Blainville, 1830
Oreaster aculeatus (Gray, 1840)
Oreaster bermudensis H.L. Clark, 1942
Oreaster gigas Lutken, 1859
Oreaster lapidarius Grube, 1857
Oreaster tuberosus Behn in Mobius, 1859
Pentaceros aculeatus Gray, 1840
Pentaceros gibbus Gray, 1840
Pentaceros grandis Gray, 1840
Pentaceros reticulatus Gray, 1840

Oreaster reticulatus, yang lebih umum disebut sebagai bintang laut cushion merah atau bintang laut Hindia Timur, adalah sebuah spesies invertebrata laut, sebuah bintang laut dalam famili Oreasteridae. Spesies tersebut ditemukan di perairan dangkal di Samudra Atlatnik barat dan Laut Karibia.

Referensi

  1. 1 2 Mah, Christopher (2012). "Oreaster reticulatus (Linnaeus, 1758)". World Register of Marine Species. Diakses tanggal 2012-09-08.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan