Minggu, 11 Oktober 2026
02:39 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Orang Tangut

Orang Tangut

Bagikan:
330px-Chrysographic_Tangut_Golden_Light_Sutra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teks Buddha yang ditulis dalam aksara Tangut.

Tangut yang diidentifikasi dengan negara Xia Barat secara tradisional dianggap sebagai suku berbahasa Qiang yang pindah ke Cina barat laut sebelum abad ke-10.

Asal-usul

Para ahli Cina umumnya menganggap Tangut sebagai perwakilan "Qiang" atau "Dangxiang" (Hanzi:党項; Pinyin:Dǎngxiàng). Secara historis, "Qiang" merupakan istilah singkat untuk berbagai kelompok etnis, termasuk Tibet yang tinggal di Cina barat laut. Setelah Xianbei bermigrasi dari timur laut ke barat laut dan mendirikan Kerajaan Tuyühu (284–670), mereka disebut "Qiang Hu",[1] dan kepadanyalah istilah "Tanghut" merujuk. Nama Tangut pertama kali muncul di Prasasti Orkhon pada tahun 735. Dalam bahasa mereka, Tangut menyebut diri mereka Mi-Niah.

Budaya

Tangut terbagi menjadi dua kelas: Tangut "berkepala hitam" dan "berkepala merah". Tangut berkepala merah terdiri dari rakyat jelata sementara Tangut berkepala hitam merupakan kasta imam elit. Meskipun Buddhisme sangat populer, banyak gembala Tangut yang masih mempraktikan agama perdukunan kuno yang disebut "Akar Barat". Topi hitam yang dikenakan Akar Barat merupakan asal-usul sebutan berkepala hitam. Menurut mitos Tangut, nenek moyang Tangut berkepala hitam adalah burung bangau putih surga, sementara nenek moyang Tangut berkepala merah adalah seekor monyet.

Catatan kaki

  1. ↑ Lü, Jianfu [呂建福], 2002. Tu zu shi [The Tu History] 土族史. Beijing [北京], Zhongguo she hui ke xue chu ban she [Chinese Social Sciences Press] 中囯社会科学出版社. hal. 283–309.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan