Senin, 26 Oktober 2026
02:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Orang Seletar

Orang Seletar

suku bangsa di Malaysia

Bagikan:
Orang Seletar
Selitar / Slitar / Kon Seletar / Kon
330px-Kampung_Orang_Asal_Seletar%2C_Pasir_Gudang_%2811450635466%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pria dan wanita Orang Seletar dari Pasir Gudang, Johor dengan pakaian tradisional mereka.
Jumlah populasi
3,000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Selat Johor:
 Malaysia (Johor)1,042 (2010)[2]
 Singapura1,200[3]
Bahasa
Bahasa Orang Seletar, Bahasa Melayu
Agama
Animisme (terutama), Islam, Kristen
Kelompok etnik terkait
Suku Jakun, Orang Kanaq, Orang Kuala, Suku Temuan, Orang Laut

Orang Seletar merupakan salah satu dari 18 suku yang tergolong dalam ras Orang Asli di Malaysia. Mereka tergolong kelompok Melayu Proto yakni salah satu dari 3 kelompok utama kaum Orang Asli. Orang Seletar juga dikenali sebagai Sea Gypsies.

Sejarah

Suku Seletar dipercaya berasal dari Pulau Seletar, Singapura. Mereka adalah penduduk pribumi Singapura dan tergolong penduduk yang paling awal menetap di pulau tersebut. Dahulu, Orang Seletar adalah sebagian dari kaum Orang Laut yang tinggal di dalam sampan panjang serta hidup secara nomad di permukaan laut, pulau, persisiran pantai dan kuala sungai. Walau bagaimanapun, kini mereka sudah tinggal di kawasan darat Semenanjung Malaysia serta memiliki kawasan perkampungan mereka sendiri. Meskipun Orang Seletar pada asalnya adalah sebagian dari kaum Orang Laut, namun kini kerajaan Malaysia telah mengkategorikan suku mereka sebagai sebagian dari kaum Orang Asli.

Daerah Persebaran Dan Cara Hidup

Sejak dahulu, Suku Seletar bergantung kepada hasil laut. Keadaan ini menyebabkan mereka sering hidup berpindah-pindah. Walau bagaimanapun, perubahan dalam sosio ekonomi telah mengubah cara hidup mereka. Suku Seletar kini menempati daerah yang lebih teratur di selatan Johor, seperti di Kampung Bakar Batu, Johor Bahru. Mereka masih menganut kepercayaan animisme tetapi ada pula di antara mereka yang telah menganut agama Islam. Sebagian dari masyarakat suku Seletar sudah bekerja di beberapa perusahaan perindustrian. Mereka juga kini menangkap ikan menggunakan peralatan modern. Beberapa pula mendirikan usaha rumah makan yang menyajikan makanan laut.

Rujukan

  1. ↑ "Orang Seletar". Joshua Project. Diakses tanggal 2016-12-10.
  2. ↑ Kirk Endicott (2015). Malaysia's Original People: Past, Present and Future of the Orang Asli. NUS Press. ISBN 978-99-716-9861-4.
  3. ↑ "Orang Seletar in Singapore". Joshua Project. Diakses tanggal 2016-12-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan