Sabtu, 31 Oktober 2026
08:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Orang Liechtenstein

warga negara atau penduduk Liechtenstein

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki isi yang cukup untuk menjelaskan subjek yang sedang dibahas. Suntinglah artikel ini dan menyertakan kalimat pembuka yang sesuai.
Orang Liechtenstein
Jumlah populasi
ca 34.000[1]
(orang Liechtenstein di seluruh dunia; 2000.)
Bahasa
Jerman
(Jerman Alemannik)
Agama
Kristen
(mayoritas Katolik Roma dengan minoritas kecil lainnya)[2]
Kelompok etnik terkait
Swabia, Jerman Swiss dan Voralberg

Orang Liechtenstein (bahasa Jerman:Liechtensteiner, pelafalan[ˈlɪçtn̩ˌʃtaɪ̯nɐ]ⓘ) adalah orang-orang yang berasal dari Liechtenstein dan berkaitan dekat dengan orang Jerman Swiss dan orang Swabia.[1][3] Diperkirakan terdapat 34.000 orang Liechtenstein di seluruh dunia pada pergantian abad ke-21.[1]

Sejarah

Wilayah yang sekarang dikelola oleh Liechtenstein pertama kali dihuni selama Periode Neolitikum dan telah menjadi negara merdeka di bawah kekuasaan Wangsa Pangeran Liechtenstein sejak tahun 1719.[4] Orang Liechtenstein modern merupakan keturunan dari orang Alemanni.[5][halaman dibutuhkan]

Rujukan

  1. 1 2 3 Minahan 2000, hlm. 411 harvnb error: tanpa target: CITEREFMinahan2000 (bantuan)
  2. ↑ Volkszählung 2010 – Amt für Statistik. Retrieved on 2016-01-13.
  3. ↑ Waldman & Mason 2006, hlm. 486 harvnb error: tanpa target: CITEREFWaldmanMason2006 (bantuan)
  4. ↑ "History". tourismus.li. Diakses tanggal 2023-11-23.
  5. ↑ Waldman & Mason 2006. sfn error: tanpa target: CITEREFWaldmanMason2006 (bantuan)


Liechtenstein

Artikel bertopik Liechtenstein ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Templat:Eropa-etnik-kelompok-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan