Senin, 26 Oktober 2026
02:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Orang Doria

Orang Doria

kelompok etnik di Yunani kuno

Bagikan:
250px-Helmed_Hoplite_Sparta.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung hoplite dari abad ke-5 SM, kemungkinan adalah patung Leonidas, raja Sparta yang merupakan orang Doria.

Orang Doria (bahasa Yunani:Δωριεῖς, Dōrieis, tunggal Δωριεύς, Dōrieus) adalah satu dari empat kelompok etnik utama yang menjadi leluhur orang Yunani kuno.[1]

Nama Doria digunakan oleh Homeros dalam karyanya, Odisseia,[2] dan disebutkan bahwa mereka menghuni pulau Kreta. Sementara Herodotos menyebut mereka dengan nama ethnos[3] yang merupakan asal-usul kata etnik. Orang Doria adalah orang-orang yang termasuk dalam orang Helenik. Mereka memiliki beragam cara hidup dan organisasi sosial. Kehidupan mereka bervariasi mulai dari pusat perdagangan padat di kota Korinthos, yang terkenal atas seni dan arsitekturnya, sampai negara militer yang tertutup seperti Lakedaimon atau Sparta.

Orang Doria kemudian terbagi-bagi lagi menjadi sejumlah kelompok etnik yang terpisah dan kadang saling bermusuhan. Biasanya nama kelompok etniknya berasal dari nama tempat mereka tinggal.

Dalam perang, suatu negara Doria biasanya sering meminta bantuan pada negara Doria lainnya. Orang Doria menggunakan dialek tersendiri yang disebut dialek Doria. Selain itu ciri sosial dan tradisi sejarah mereka juga berbeda dari puak-puak Yunani lainnya.

Ada beragam versi mengenai asal-usul mereka. Satu teori yang banyak dipercaya pada masa kuno, tetapi belum terbukti, adalah bahwa orang Doria berasal dari daerah pegunungan di timur laut Yunani, Makedonia kuno, dan Epiros. Mereka kemudian bermigrasi ke Peloponnesos, ke pulau-pulau Aegea tertentu, Yunani Besar, Lapithos dan Kreta. Teori lainnya adalah bahwa orang Doria berasal dari Asia Kecil, dan mereka kemungkinan bermigrasi melalui Yunani timur laut dan bermukim di Yunani selatan atau bermigrasi dari pesisir barat Asia Kecil dan berpindah ke pulau-pulau Aegea dan ke Yunani selatan.

Dalam mitologi Yunani, leluhur dan pendiri orang Doria adalah Doros, putra Hellen.

Pada abad ke-5 SM, orang Doria dan orang Ionia merupakan dua kelompok etnik yang paling berpengaruh. Perseteruan kedua puak itu berujung pada Perang Peloponnesos.

Catatan kaki

  1. ↑ Apollodoros, Bibliotheka I
  2. ↑ Homeros, Odisseia, Buku XIX baris 177.
  3. ↑ Herodotos, Buku VII, bagian 73.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan