Sabtu, 31 Oktober 2026
01:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Operation Sumatra Assist

Operation Sumatra Assist

Bagikan:
Operasi Sumatra Assist
Bagian dari Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra 2005
250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Personel militer Australia dan Indonesia mengeluarkan muatan dari C-130 Hercules Australia di Banda Aceh
Tanggal26 Desember 2004
Lokasi
Hasil Penyaluran bantuan kemanusiaan ke Indonesia
Pihak yang terlibat
 Australia
 Indonesia
Tidak ada
Korban jiwa dan kerugian
9 personel ADF tewas dalam kecelakaan Shark 02

Operasi Sumatra Assist adalah kontribusi Australian Defence Force (ADF) bagi pemulihan pascabencana di Indonesia setelah gempa bumi Samudra Hindia 2004. Personel ADF dikerahkan dalam hitungan jam setelah gempa terjadi. Mereka ditempatkan di provinsi Aceh, Indonesia. Staf medis dan teknis juga dikerahkan, serta helikopter dan pesawat kargo yang dibantu oleh HMAS Kanimbla dan dua helikopter Sea King di lepas pantai.

Tahap 2

Sekitar pukul 16:30 WIB tanggal 2 April 2005, helikopter Sea King Shark 02 jatuh di pulau Nias di lepas pesisir barat Sumatra, Indonesia, ketika sedang melaksanakan operasi kemanusiaan pasca gempa bumi Sumatra 2005. Sembilan personel Australian Defence Force tewas (tujuh pria dan dua wanita); laporan lain menyebutkan ada 6 personel AL dan 3 personel AU. Dua lainnya diselamatkan oleh helikopter Sea King lain yang dikirim dari HMAS Kanimbla dan dibawa ke rumah sakit di atas kapal tersebut.[1][2]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan