Sabtu, 07 November 2026
05:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Invasi Grenada oleh Amerika Serikat

Invasi Grenada oleh Amerika Serikat

konflik tahun 1983 di Grenada yang melibatkan AS dan pasukan pimpinan Kuba

Bagikan:
Invasi Grenada
Bagian dari Perang Dingin
330px-US_Army_Rangers_parachute_into_Grenada_during_Operation_Urgent_Fury.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pasukan payung Amerika Serikat menuju ke Grenada.
Tanggal25 Oktober 1983 – 29 Oktober 1983
Lokasi
Hasil Kemenangan Amerika Serikat
Rezim Militer runtuh
Pihak yang terlibat

 Amerika Serikat
Antigua dan Barbuda Antigua dan Barbuda
 Barbados
 Dominika
 Jamaika

Saint Lucia Saint Lucia
Saint Vincent dan Grenadine Saint Vincent dan Grenadines
Didukung oleh :
Grenada Oposisi Grenada
 Grenada
 Kuba
Didukung Oleh:
 Uni Soviet
 Korea Utara
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Ronald Reagan
Amerika Serikat Norman Schwarzkopf Jr.
Grenada Hudson Austin
Kuba Pedro Tortolo
Fidel Castro
Kekuatan
7.300
8 Tank
70 Pesawat
Grenada: 1.300
Kuba: sekitar 784 (kebanyakan insinyur militer)[1]
Uni Soviet : 52 Pasukan, 12 APC
Korea Utara : 24 Pasukan
Korban jiwa dan kerugian
19 Tewas
116 Terluka[2]
9 Helikopter
Grenada: 45 tewas dan 358 terluka.
Kuba: 24 tewas, 59 terluka, 638 ditangkap.[3]
Uni Soviet : 1 Tewas, 2 Terluka
24 Warga Sipil Tewas

Invasi Grenada, dinamai Operasi Urgent Fury, adalah invasi Amerika Serikat dan sekutunya di Karibia ke Grenada sebagai respon dari deposisi dan eksekusi perdana Menteri Grenada, Maurice Bishop. Pada 25 Oktober 1983, Amerika Serikat, Saint Vincent dan Grenadines, Dominika, Barbados, Antigua dan Barbuda, Saint Lucia, dan Jamaika mendarat di Grenada, menaklukan perlawanan Grenada dan Kuba, lalu menurunkan pemerintahan militer Hudson Austin.

Catatan kaki

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Operation Urgent Fury.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan