Jumat, 23 Oktober 2026
04:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Operasi Gallop

Operasi Gallop

serangan militer Tentara Merah di wilayah Donbas pada tahun 1943

Bagikan:
Operasi Gallop
Bagian dari Front Timur selama Perang Dunia II
330px-25_TK_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Unit Korps Tank ke-25 Soviet bergerak maju di atas salju selama Operasi Gallop
Tanggal29 Januari – 4 Maret 1943
Lokasi
Hasil Kemenangan Jerman
Pihak yang terlibat
 Jerman Nazi  Uni Soviet
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Erich von Manstein
Maximilian von Weichs
Nikolai Vatutin
Kekuatan
180.000 personel, 400 tank[1][2] 345.000 personel, 662 tank[3]
Korban jiwa dan kerugian
Data tidak tersedia 32.000 tewas, terluka, dan hilang; 423 meriam; 615 tank[4]

Operasi Gallop (dalam bahasa Rusia: Операция Скачок – Operacija Skachok, juga dikenal sebagai Operasi Donbas,[5] atau Kampanye Donets dalam sumber-sumber Jerman[6]) adalah nama sandi yang diberikan oleh Soviet untuk sebuah serangan baru yang diluncurkan mulai 29 Januari 1943 di sektor Sungai Donetsk, selama Perang Dunia II di Front Timur. Operasi militer ini berlangsung bersamaan dengan Operasi Bintang.

Menyusul serangkaian kemenangan Soviet yang beruntun sejak pengepungan pasukan Jerman di Kantong Stalingrad, Stalin dan Stavka menilai bahwa mereka dapat meraih kemenangan strategis yang mutlak. Mereka memutuskan untuk melanjutkan serangan tanpa henti di sektor selatan garis depan, dengan target mencapai Sungai Dnieper dan Laut Azov, guna memutus jalur mundur seluruh angkatan darat Jerman dari wilayah Donbas dan Kaukasus.

Manuver strategis yang berada di bawah komando Jenderal Nikolai Vatutin ini awalnya berjalan sukses, bahkan pada 21 Februari 1943 tank-tank Soviet telah berhasil maju hingga beberapa kilometer dari tepi Sungai Dnieper di Zaporizhzhia. Namun, akibat hambatan logistik dan kerugian personel yang menguras kekuatan, unit-unit mekanis garis depan Soviet berhasil dikejutkan oleh serangan balik dari Divisi Panzer Jerman, sehingga terpaksa mundur kembali ke belakang Sungai Donetsk.

Kekalahan yang tidak terduga ini, yang kemudian diikuti oleh kehancuran lainnya dalam Pertempuran Kharkov Ketiga, menyadarkan Stalin bahwa Jerman, terlepas dari kekalahan besar mereka di musim dingin, masih merupakan kekuatan tempur yang tangguh dan tidak mungkin ditaklukkan hanya lewat satu pertempuran besar penentu.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ D. Glantz, From the Don to the Dniepr, hlm. 89.
  2. ↑ Y. Buffetaut, objectif Kharkov!, hlm. 39 dan 46.
  3. ↑ D. Glantz, From the Don to the Dniepr, hlm. 87-89.
  4. ↑ E. Bauer, Storia controversa della seconda guerra mondiale, vol. 5, hlm. 154.
  5. ↑ D. Glantz, From the Don to the Dnepr, hlm. 82-83.
  6. ↑ D. Glantz/J. House, La Grande guerra patriottica dell'Armata Rossa, hlm. 220

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan