Sabtu, 24 Oktober 2026
08:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Octora Chan

Bagikan:
Artikel ini kemungkinan ditulis dari sudut pandang penggemar, alih-alih sudut pandang netral. Mohon rapikan untuk menghasilkan standar kualitas yang lebih tinggi dan untuk membuat pemakaian nada yang netral. (Maret 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Octora Chan adalah Perupa Perempuan Indonesia yang lahir di Bandung, 6 Oktober 1982. Octora menempuh pendidikan Fakultas Hukum di Universitas Katolik Parahiyangan pada tahun 2001-2006, selain itu Octora juga mendapatkan pendidikan Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2002-2007.[1]

Tahun 2007, Octora menyelenggarakan pameran tunggalnya yang berjudul The Nyonya's Project di France Cultural Centre, Bandung. Pada tahun yang sama ia juga turut serta pada Biennale Jogja IX Neo-nation di Sangkring Art Space.[2] Octora mengikuti proyek residensi pertamanya LANDING SOON #10 di Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta tahun 2008. Ia juga berhasil memenangkan beberapa art award di kancah nasional maupun internasional, salah satunya adalah pemenang Recognition Achievement of Bandung Contemporarry Art Awards #02 tahun 2012. Kemenangan ini membawa Octora menampilkan karyanya di Galeri Centre Intermonde, La Rochelle, Prancis atas undangan dari Pemerintah Prancis secara khusus.[3]

Tahun 2015, Octora kembali mengadakan pameran tunggal yang dikuratori oleh Asmudjo Jono Irianto dengan tajuk The Edge Of Awareness, karya-karya Octora pada pameran ini berbicara mengenai perilaku agresif dan desktruksi pada diri manusia. Karya-karya Octora tampil dalam bahasa estetis, ia sadar bahwa apapun konten dan tema karyanya yang utama adalah bahwa dia seorang seniman yang memiliki intensi membuat karya seni. Berbeda dengan berita atau laporan media massa terkait konflik dan kekerasan yang biasanya terikat pada peristiwa sesungguhnya, maka karya Oktora mengacu peristiwa tertentu, lebih menyasar aspek mendasar dalam perilaku manusia. Pameran ini berlangsung di Galeri Canna, Jakarta.[4]

Dalam berkarya Octora sering kali dimulai dari observasinya pada situasi sosial kultural.

Referensi

  1. ↑ "Indonesian Visual Art Archive | Karya-Karya Octora". archive.ivaa-online.org. Diakses tanggal 2018-12-18.
  2. ↑ Landing Soon #10. Yogyakarta: Cemeti Art House. 2009. ISBN 9789791901826.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=
  3. ↑ "Dua Seniman Indonesia Pameran di Prancis". Skalanews. Diakses tanggal 2018-12-19.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ "octora" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2018-12-19.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan