Selasa, 20 Oktober 2026
18:54 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

I Nyoman Erawan

Bagikan:

I Nyoman Erawan merupakan seorang seniman asal Bali yang menekuni seni rupa khas Yogyakarta.[1] Erawan adalah seniman yang kental dengan ungkapan penjiwaan dirinya terhadap situasi kehidupan. Karyanya mengisyaratkan adanya kesadaran reflektif terhadap pengalaman, peristiwa, dan pendalaman atau perenungan.[butuh rujukan] I Nyoman Erawan dilahirkan pada tahun 1957 di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.[2] Ia dikenal sebagai perupa yang mengekspresikan obsesinya dengan menggali nilai-nilai tradisi Hindu dan kultur Bali. Erawan hidup secara komunal di lingkungan banjar yang bergelimang tradisi. Oleh karena itu ia memiliki energi pemahaman tentang tradisi berpikir dan bekerja ala Bali.

Dengan gaya hidup yang bersahaja dan tak pernah ingkar dari kegiatan yang berbau adat, ia dapat melahirkan karya-karya instalasi yang kerap liar, nakal, dan bebas.[3]

Referensi

  1. ↑ Parta, I. W. S., dkk. (Juni 2024). Parta, I. W. S., dan Himawan, W. (ed.). Budaya Rupa: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya Rupa (PDF). Denpasar: Komunitas Budaya Gurat Indonesia. ISBN 978-623-98923-8-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Neka, S., dan Kam, G. (2008). Neka Art Museum: The Heart of Art in Bali (dalam bahasa Inggris). Yayasan Dharma Seni. hlm. 114. ISBN 9789798356094.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Dahlan, Muhidin (2012). Alamanak Seni Rupa Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia. hlm. 608. ISBN 978-979-143-629-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan