Senin, 02 November 2026
04:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kukang kerdil

Kukang kerdil

Bagikan:
Kukang kerdil
250px-Nycticebus_pygmaeus_004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Strepsirrhini
Famili: Lorisidae
Subfamili: Lorinae
Genus: Xanthonycticebus
Nekaris & Nijman, 2022[3]
Spesies:
X. pygmaeus
Nama binomial
Xanthonycticebus pygmaeus
(Bonhote, 1907)
250px-Pygmy_Slow_Loris_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim[2]
  • Nycticebus pygmaeus Bonhote, 1907
  • Nycticebus intermedius Dao Van Tien, 1960

Kukang kerdil (Xanthonycticebus pygmaeus) adalah sejenis kukang yang menyebar di timur Sungai Mekong di Vietnam, Laos, Kamboja, dan Tiongkok. Kukang ini menghuni berbagai tipe hutan, termasuk hutan-hutan tropika dan ugahari yang kering, serta hutan-hutan malar hijau (evergreen). Panjang tubuh hewan dewasa mencapai 19–23 cm, dan bobotnya sekitar 450 g.

Awalnya spesies ini dimasukkan kedalam Nycticebus, namun dipindahkan ke penempatannya saat ini pada 2022.[3]

Referensi

  1. ↑ Blair, M.; Nadler, T.; Ni, O.; Samun, E.; Streicher, U.; Nekaris, K.A.I. (2021). "Nycticebus pygmaeus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T14941A198267330. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T14941A198267330.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 UNEP-WCMC. "CITES species database: Nycticebus pygmaeus". UNEP-WCMC Species Database. Diakses tanggal 11 April 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  3. 1 2 K. Anne-Isola Nekaris; Vincent Nijman (2022). "A new genus name for pygmy lorises, Xanthonycticebus gen. nov. (Mammalia, primates)". Zoosystematics and Evolution. 98: 87–92. doi:10.3897/zse.98.81942. S2CID 247649999.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan