Kamis, 08 Oktober 2026
05:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Norman Morrison

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Norman Morrison (29 Desember 1933 – 2 November 1965; lahir di Erie, Pennsylvania) menjadi sangat dikenal karena melakukan bunuh diri dengan cara bakar diri pada usia 31 tahun sebagai bentuk protes atas keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam.

Pada tanggal 2 November 1965, Morrison membakar diri di depan kantor Sekretaris Pertahanan Pentagon Robert McNamara setelah sebelumnya menyiramkan bensin ke sekujur tubuhnya. Dia meninggalkan istrinya Anne Welsh dan tiga anak: Ben, Christina dan Emily. Pada saat kejadian, Morrison membawa serta putrinya yang baru berusia 1 tahun yaitu Emily. Namun entah kenapa dia kemudian dia melepaskan atau memberikannya pada seseorang di kerumunan massa sebelum membakar diri. Istrinya mengenang kejadian tersebut:

"Terlepas dari apakah dia mempunyai niat begitu atau tidak, saya rasa kehadiran Emily memberikan rasa nyaman yang terakhir kali untuk Norman, ... dan Emily merupakan simbol anak-anak yang kita bunuh dengan bom dan napalm—di mana mereka tidak memiliki orang tua yang bisa memeluk mereka."

Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada istrinya, Morrison meyakinkan tentang kebenaran tindakannya. "Aku sangat mencintaimu," lanjut Morrison, "tapi aku harus membantu anak-anak kampung biksu."

Orang-orang yang mendukung tindakan Morrison menggambarkannya sebagai orang yang tulus dan berani mengorbankan dirinya untuk sesuatu yang lebih besar. Morrison pun segera menjadi pahlawan rakyat Vietnam di mana namanya dikenal sebagai Mo Ri Xon. Sebagai bentuk penghormatan, Vietnam Utara memberi nama jalan dengan namanya serta mengeluarkan sebuah prangko khusus. Prangko tersebut dilarang di Amerika Serikat.

Tujuh hari sesudah kematiannya, Roger Allen LaPorte melakukan tindakan sejenis di depan kantor PBB di New York.

Pada 9 Mei 1967, sebagai bagian dari Aksi Kemah Pentagon 1967, para demonstran menyelenggarakan renungan untuk Morrison. Mereka kemudian melakukan pendudukan di Pentagon selama 4 hari sampai akhirnya dibubarkan dan para pesertanya ditangkapi.

Janda Morrison beserta dua putrinya (Ben meninggal karena kanker beberapa tahun sebelumnya) mengunjungi Vietnam pada tahun 1999. Di sana mereka bertemu To Huu, penyair yang menuliskan puisi terkenal Emily, My Child.

Kutipan

  • Kematian Morrison adalah tragedi bukan hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi saya sendiri dan negeri kita. Tindakan itu adalah teriakan perlawanan atas pembantaian yang menghancurkan hidup rakyat Vietnam dan para pemuda Amerika -Robert McNamara

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan