Minggu, 27 September 2026
12:53 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Norman Edwin

Norman Edwin (1955 - 1992) adalah pecinta alam legendaris dan wartawan Kompas. Penggiat kegiatan alam terbuka di Indonesia mengenang Norman Edwin sebagai salah satu pelopor ekspedisi besar ke beberapa gunung ternama dunia. Ia banyak menulis tentang kegiatan penjelajahan alam di sejumlah majalah dan surat kabar pada tahun 1980-an.

Ia wafat pertengahan April 1992 saat mendaki Gunung Aconcagua (6.959 meter di atas permukaan laut) di perbatasan Argentina - Cile bersama rekannya, Didiek Samsu Wahyu Triachdi. Pendakian tersebut adalah bagian dari seri pendakian oleh Mapala UI dalam ekspedisi Seven Summit atau pendakian tujuh puncak dunia (Aconcagua, Cartensz Pyramid di Papua [4.884 mdpl], McKinley di Alaska (Amerika Serikat) [6.194 mdpl], Kilimanjaro di Tanzania (Afrika) [5.894 mdpl], dan Elbrus di Rusia [5.633 mdpl]).

Pranala luar

  1. Buku Jejak Sang Beruang Gunung, Norman Edwin
  2. In Memoriam Norman Edwin 1955 - 1992
  3. Norman Edwin Dulu dan Kini, Catatan Sahabat Sang Alam
  4. Tim Ekspedisi Puncak Tujuh Benua Universitas Indonesia ke Puncak Aconcagua - Kisah Norman Edwin - Didiek Samsu
  5. Petualangan Alam Bebas, Petualangan Sebuah Idealisme
  6. Mengenang Kisah Perjalanan "Om No" Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan