Sabtu, 17 Oktober 2026
07:28 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Njai Dasima

halaman disambiguasi Wikimedia

Bagikan:

Njai Dasima merujuk pada nama tokoh novel Tjerita Njai Dasima karya G. Francis tahun 1896. Seorang nyai Belanda yang kisah tragisnya sangat legendaris di Batavia. Ia berasal dari Bogor, hidup antara tahun 1805-1830. Perempuan cantik ini merupakan nyai (atau istri peliharaan) Tuan Edward, orang Inggris yang tinggal di Pejambon. Hubungan mereka membuat Dasima putus hubungan dengan pihak keluarganya, yang menganggap Dasima telah murtad karena kawin dengan Edward. Keluarga dan bangsanya menganggapnya amoral, tidak bermartabat.

Sebaliknya di kalangan Eropa tidak sepenuhnya mau menerimanya dan membuatnya sebagai bahan hinaan, apalagi Edward temyata hanya membutuhkan tubuhnya saja. Kedua keadaan ini telah membuat Dasima kehilangan pegangan hidup, kemudian datanglah Samiun sang juru selamat hidupnya. Pemuda Kwitang ini akhirnya berhasil menggaet Dasima. Ternyata Samiun datang hanya untuk menguasai harta Dasima, menguasainya untuk membayar utangnya yang menumpuk di tukang gadai. Dasima yang lari dari tuan Edward ke pelukan Samiun untuk mencari perlindungan dan cinta, temyata justru tertipu dan mendapat kemalangan. Ujung hidup Nyai Dasima berakhir tragis dan mati di Kali Cempaka Putih, dirampok suaminya sendiri dengan dibantu jawara Tanah Tinggi, Bang Puasa. Kisah tragis ini kemudian dibukukan oleh penulis belanda, G. Francis.

Nama ini juga dijadikan judul film-film berikut:

Ikon disambiguasi
Halaman disambiguasi ini berisi artikel dengan judul yang terkait dengan Njai Dasima.
Jika Anda mencapai halaman ini dari sebuah pranala internal, Anda dapat membantu mengganti pranala tersebut ke judul yang tepat.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan