Sabtu, 31 Oktober 2026
05:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Niyazi Bey

Niyazi Bey

Bagikan:
250px-Ahmed_Niyazi_Rsneli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Niyazi Bey

Resneli Ahmet Niyazi Bey (Resen, 1873 - Vlora, 17 April 1913) dijuluki para pendukung İttihat ve Terakki sebagai Pahlawan Pembebasan, karena menjadi orang pertama yang melawan Sultan Abdülhamit II secara militer dan membawahi 200 orang. Dilahirkan di Resen (sekarang di Republik Makedonia) dan terlibat perang Utsmani-Yunani pada 1897, dan memperlihatkan 'kepahlawanannya'. Ia memerangi pemberontakan Bulgaria selama 3 tahun. Ia terpengaruh pemikiran Namık Kemal dan para penulis masa Tanzimat dalam pemikiran politiknya. Ia termasuk barisan pertama yang menjadi anggota İttihat ve Terakki. Ketika milisi-milisi di bawahnya memutuskan bergerak melawan Sultan Abd-ul-Hamid II, ialah orang pertama yang menjawab seruan itu dengan menggerakkan milisi Rosna yang dipimpinnya. Ia tak berambisi menduduki jabatan atau meraih popularitas setelah keberhasilan revolusi. Ia berdiam di tanah pertanian di kampung halamannya. Ia dibunuh dengan alasan pribadi pada usia 39 tahun.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan