Selasa, 20 Oktober 2026
22:07 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Netralitas karbon

Bagikan:

Netralitas Karbon adalah istilah yang digunakan dalam upaya menyeimbangkan antara jumlah karbon dioksida atau gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca dalam suatu kegiatan.[1] atau mengeliminasi secara total emisi gas rumah kaca. Misalnya suatu perusahaan menanam pohon untuk mengurangi jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan dalam proses produksi perusahaan tersebut, kegiatan ini bisa juga disebut sebagai Carbon offset. Istilah netralitas karbon juga digunakan untuk mendeskripsikan suatu energi yang tidak melepaskan emisi gas rumah kaca. Contohnya adalah energi surya dan energi nuklir.[2]

Emisi karbon dioksida di atmosfer mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak tahun 1750.[3]

Proses Netralitas Karbon

Kalkulasi

Langkah pertama untuk mencapai netralitas karbon adalah dengan menghitung gas rumah kaca yang dikeluarkan.[4]

Pertanyaan-pertanyaan yang di bawah ini dapat membantu menghitung jumlah emisi gas rumah kaca:

  1. Apa saja jenis gas rumah kaca yang akan dihitung? Menurut Protokol Kyoto, terdapat enam jenis gas rumah kaca, yakni Karbon dioksida (CO2), Metana (CH4.), Dinitrogen monoksida (N2O), Hydrofluorocarbons (HFCs), Perfluorocarbons (PFCs), dan Belerang heksafluorida (SF6).[5]
  2. Gas rumah kaca bersumber dari mana saja? baik sumber emisi secara langsung, misalnya alat produksi yang menggunakan bahan bakar fosil maupun emisi tidak langsung, seperti listrik, transportasi, dan lain-lain yang digunakan.
  3. Bagaimana menghitung jumlah emisi gas rumah kaca? Ada banyak kalkulator online yang bisa menghitung jumlah emisi gas rumah kaca, baik untuk negara, perusahaan, organisasi, atau perorangan. Penghitungan jumlah emisi gas rumah kaca menggunakan standar internasional ISO 14067: 2018

Kurangi

Beberapa cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah:

  • Kurangi kegiatan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan lewat mode transportasi seperti bersepeda, berkendara dengan mobil listrik dan transportasi publik.
  • Beralih ke sumber energi yang ramah lingkungan, seperti menggunakan panel surya dan turbin angin.

Perjanjian

Negara

Pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015 yang diadakan di Le Bourget, Paris, Perancis, 55 negara anggota PBB sepakat untuk mengurangi emisi karbon dioksida atau menerapkan netralitas karbon.[6] Perjanjian ini bertujuan untuk membatasi kenaikan temperatur global di bawa 2 derajat Celsius.

Berikut ini beberapa negara yang telah berjanji untuk mencapai netralitas karbon:

Chili

Presiden Sebastian Piñera, telah berjanji untuk menargetkan netralitas karbon pada tahun 2050 dan menutup 8 pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil pada 2024.[7]

Referensi

  1. ↑ "What is carbon neutrality and how can it be achieved by 2050? | News | European Parliament". www.europarl.europa.eu (dalam bahasa Inggris). 2019-03-10. Diakses tanggal 2019-12-09.
  2. ↑ "Carbon Neutral - What Does It Mean?". AZoCleantech.com (dalam bahasa Inggris). 2008-10-07. Diakses tanggal 2019-12-09.
  3. ↑ "Changes since the Industrial Revolution". American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-09.
  4. ↑ Assuncao, Marcia (2023-07-27). "A complete guide to achieving carbon neutrality in the workplace". Global Climate Initiatives (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-20.
  5. ↑ unfccc.int https://unfccc.int/process-and-meetings/the-kyoto-protocol/what-is-the-kyoto-protocol/kyoto-protocol-targets-for-the-first-commitment-period. Diakses tanggal 2025-01-20.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  6. ↑ "Paris 2015: Tracking country climate pledges". Carbon Brief (dalam bahasa Inggris). 2015-09-16. Diakses tanggal 2019-12-09.
  7. ↑ "Coal-dependent Chile vows to eradicate fuel by 2040". Climate Home News (dalam bahasa Inggris). 2019-06-04. Diakses tanggal 2019-12-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan