Selasa, 20 Oktober 2026
05:51 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Neopaganisme Jermanik

Neopaganisme Jermanik

kebangkitan Pagan modern dari religiusitas Jermanik Kuno yang telah direformasi

Bagikan:
250px-A_copy_of_the_Thor%27s_hammer_from_Sk%C3%A5ne_-_Nachbildung_des_Thorshammers_von_Sk%C3%A5ne_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Replika modern kalung dari Zaman Viking yang melambangkan Mjölnir, palu dewa Thor.

Neopaganisme Jermanik, juga disebut Heathenry atau Heathenisme, adalah agama pagan modern. Para ahli agama menggolongkan neopaganisme Jermanik sebagai gerakan keagamaan yang baru. Para penganutnya mendasarkan iman mereka pada kepercayaan suku-suku Jermanik pada Zaman Besi dan Abad Pertengahan Awal sebelum mereka masuk Kristen. Untuk mengetahui kepercayaan kuno mereka, para penganut agama ini menggunakan bukti-bukti sejarah, arkeologi dan cerita rakyat sebagai landasan.

Neopaganisme Jermanik tidak memiliki teologi yang seragam dan bersifat politeistik yang berpusat pada panteon dewa-dewa Jermanik. Agama ini menganut keyakinan kosmologis agama-agama tersebut, termasuk pandangan yang bersifat animistik bahwa alam semesta ini dipenuhi oleh roh-roh. Dewa-dewi dihormati lewat upacara pengorbanan yang disebut blót dengan makanan dan libasi sebagai persembahan.

Sebagian besar penganut agama ini berkumpul dalam kelompok yang kecil yang disebut kindred atau hearth. Mereka menekankan aspek kehormatan, integritas pribadi dan kesetiaan, dan mereka jarang membahas kepercayaan mengenai akhirat.

Bacaan lanjut

Bernauer, Lauren (2006). "Modern Germanic Heathenry and the Radical Traditionalists". Through a Glass Darkly: Reflections on the Sacred. Sydney: Sydney University Press. hlm. 265–274. ISBN 978-1-920898-54-0. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)
Blain, Jenny; Wallis, Robert J. (2006). "Representing Spirit: Heathenry, New-Indigenes and the Imaged Past". Dalam Ian Russell (ed.) (ed.). Images, Representations and Heritage: Moving Beyond Modern Approaches to Archaeology. Berlin: Springer. hlm. 89–108. doi:10.1007/0-387-32216-7_4. ISBN 978-0-387-32216-2. {{cite book}}: |editor= memiliki nama generik
Cusack, Carole M. (2013). "Richard Wagner's Der Ring des Nibelungen: Medieval, Pagan, Modern". Relegere: Studies in Religion and Reception. 3 (1): 329–352. doi:10.11157/rsrr3-2-584.
Gardell, Mattias (2004). "White Racist Religions in the United States: From Christian Identity to Wolf Age Pagans". Controversial New Religions. Oxford and New York: Oxford University Press. hlm. 387–422. doi:10.1093/019515682X.003.0018. ISBN 978-0-19-515682-9. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)
Lindquist, Galina (1997). Shamanic Performances on the Urban Scene: Neo-Shamanism in Contemporary Sweden. Stockholm: Stockholm Studies in Social Anthropology. ISBN 978-91-7153-691-4.
Strmiska, Michael F. (2002). "Asatru in Iceland". The Encyclopedia of Modern Witchcraft and Neo-Paganism. New York: Citadel Press. hlm. 15–17. ISBN 978-0-8065-2406-1. {{cite encyclopedia}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan