Selasa, 27 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Nene Hatun

Nene Hatun

Bagikan:
250px-Nene_Hatun_Heykeli_%28Erzurum_Tabyalar%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nene Hatun

Nene Hatun adalah seorang pejuang Turki dalam Perang Turki-Rusia 1877–1878. Ia lahir di kota Erzurum di pedalaman Anatolia (Asia Kecil) sebelah timur tahun 1957 pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

Ketika Turki Utsmaniyah berperang melawan Rusia pada tahun 1877-1878 sempat terjadi kemunduran pada permulaan perang yang menyebabkan Benteng Aziziye di kota Erzurum jatuh ke tangan Rusia. Benteng ini merupakan salah satu kunci pertahanan Turki Utsmaniyah di front tersebut dan kejatuhannya pada 7 November 1877 merupakan pukulan yang telak. Pasukan Turki Utsmani mundur untuk menyusun kekuatan, termasuk suami Nene Hatun, tetapi penduduk setempat punya rencana lain.

Malam itu, adik laki-laki Nene Hatun pulang dalam keadaan luka parah yang menyebabkan kematiannya di pangkuannya. Setelah mengurus jenazah adik laki-lakinya yang gugur mempertahankan benteng tersebut, Nene Hatun menitipkan kepada orangtuanya kedua buah hatinya, yaitu anak bungsunya yang baru berusia 3 bulan dan kakak sang bayi yang juga masih balita.

Ia berangkat memanggul senapan adiknya dan berbekal kampak dapur miliknya sendiri. Nene Hatun menyemangati para perempuan lain di desanya dan berkumpul bersama penduduk Erzurum lainnya yang juga bertekad untuk merebut kembali benteng Aziziye. Pasukan Rusia di benteng tidak pernah menduga atau menganggap remeh kekuatan penduduk yang sebagian besar terdiri atas barisan perempuan.

Pertempuran jarak dekat tidak terelakkan lagi ketika sekitar 6.000 penduduk (hanya terdiri dari 1.000 pria) bersenjata apa adanya menyerbu benteng yang dipertahankan sekitar 3.000 pasukan Rusia. Setelah pertarungan reda, Nene Hatun ditemui pingsan dengan beberapa luka tetapi kampak tetap tergenggam erat di tangannya. Pasukan Rusia telah terdesak mundur dengan 2.000 korban jiwa dan luka-luka; sebuah corengan atas balatentara bersenjata modern tersebut.

Setahun sebelum ia wafat, Jenderal Ahmet Nurettin Baransel mengunjungi Nene Hatun secara resmi untuk menjadikannya "Bunda Bagi Balatentara Ke-3" yang berbasis di Erzurum dan sebuah monumen dibangun untuk menghormatinya. Beliau dinobatkan menjadi "Ibunya Kaum Ibu Turki" pada hari Ibu tahun 1955. Ia wafat dalam usia 98 tahun pada tanggal 22 Mei 1955 dan dikebumikan di pemakaman khusus para 'sehit' (syuhada) di dalam Benteng Aziziye.[1]

Referensi

Flag of TurkiBiography icon

Artikel bertopik biografi Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan