Minggu, 11 Oktober 2026
08:15 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Nebula refleksi

Nebula refleksi

Bagikan:
250px-Reflection.nebula.arp.750pix.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nebula refleksi Kepala Penyihir (IC 2118), sekitar 900 tahun cahaya dari Bumi, dihubungkan dengan bintang terang Rigel pada rasi bintang Orion. Nebula ini berpendar sebagian besar karena cahaya yang dipantulkan dari Rigel, yang terletak diluar sudut kanan atas gambar diatas. Debu halus di dalam nebula memantulkan cahayanya. Warna birunya disebabkan bukan hanya karena warna biru Rigel, tetapi debu-debu dalam nebulanya memantulkan cahaya biru lebih efektif ketimbang cahaya merah.

Dalam astronomi, nebula refleksi adalah awan debu antarbintang yang dapat memantulkan cahaya bintang-bintang didekatnya. Energi dari bintang-bintang didekatnya tidak cukup untuk mengionisasi gas di dalam nebula untuk membentuk nebula emisi, tetapi cukup untuk memberi penyebaran yang cukup untuk membuat debunya dampak. Oleh karena itu, spektrum frekuensi yang ditunjukkan oleh nebula refleksi mirip dengan apa yang ditunjukkan oleh bintang-bintang yang memancarkan cahaya kepadanya, Salah satu dari beberapa partikel mikroskopis yang menyebabkan pemantulan ini adalah senyawa karbon (seperti debu berlian) dan senyawa dari elemen-elemen lainnya seperti besi dan nikel. Besi dan nikel biasnya sejajar dengan medan magnet galaksi, menyebabkan cahaya yang dipantulkan sedikit terpolarisasi.[1]

Referensi

  1. ↑ Kaler, 1997.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan