Senin, 19 Oktober 2026
00:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Nasi aron

Bagikan:

Nasi aron merupakan makanan tradisional yang terbuat dari jagung putih yang direbus dan dibentuk menyerupai nasi.

Sejarah masakan

Masakan ini merupakan masakan khas dari Suku Tengger yang tinggal di lereng Gunung Bromo.[1] Selain sebagai makanan sehari-sehari, makanan ini biasa digunakan sebagai sesajen untuk ritual oleh umat Hindu di yang tinggal di Bromo seperti Yadnya Kasada maupun upacara kecil seperti Leliwet serta Mayu Desa.[2] Masakan ini terbuat dari jagung putih yang pipil jagungnya dipisahkan dari tongkol terus ditumbuk sampai setengah halus dan direndam dalam air selama kurang lebih empat hari. Setelah direndam, pipilan dijemur hingga kering dan bila kering, jagung ditumbuk lagi hingga halus dan disaring sebelum dikukus hingga setengah matang.[3] Tahap terakhir adalah dengan mengaron atau teknik memasak zaman dahulu yang merendam beras ke dalam wadah besar untuk dikukus kembali sampai matang yang sebelumnya telah diaduk diaduk terlebih dahulu dengan air panas atau mendidih supaya lebih pulen.[4]

Referensi

  1. ↑ Rahmawati, Andi Annisa Dwi (6 Mei 2016). "Nasi Aron, Nasi Berbahan Jagung Putih dari Lereng Gunung Bromo". detikfood. Diakses tanggal 2025-05-31.
  2. ↑ Mitasari, Rean (30 Juni 2021). "Dosen UC Surabaya Meneliti Makna Aron Dalam Upacara Kasodo Masyarakat Tengger". Times Indonesia. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
  3. ↑ Faisol, Ahmad (27 Maret 2017). "Wisata ke Bromo, Jangan Lupa Cicipi Nasi Aron Khas Tengger". Travel Kompas. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
  4. ↑ Danang (19 Januari 2022). "Cara Masak Nasi dengan Teknik Aron. Dijamin Pulen!". Nibble. Diakses tanggal 2025-05-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan