Kamis, 01 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Narentani

Bagikan:

Narentani adalah suku Slav Selatan yang menduduki wilayah selatan Dalmatia yang berpusat di sekitar sungai Neretva (Narenta). Suku ini aktif pada abad ke-9 dan 10 dan dikenal sebagai bajak laut Adriatik. Mereka dijuluki Narentani oleh Republik Venesia dan Neretljani dalam bahasa Kroasia, sementara sumber-sumber Yunani menggunakan nama Paganoi, "orang-orang pagan", karena mereka adalah salah satu kelompok Slav terakhir yang dikristenkan. Suku ini merupakan musuh bebuyutan Republik Venesia karena mereka menyerang pedagang-pedagang yang melewati Laut Adriatik. Mereka bahkan menjarah wilayah yang tidak jauh dari Venesia sendiri dan mengalahkan Doge beberapa kali. Perjanjian perdamaian Venesia-Narentani tidak bertahan lama karena orang-orang Narentani sering kali melanjutkan pembajakan. Mereka pada akhirnya ditundukkan pada abad ke-10 dan sepenuhnya menghilang dari rekam sejarah pada abad ke-11. Mereka kemungkinan besar terasimilasi dan menjadi penganut Kristen. Bahasa Narentani tidak pernah tercatat, sehingga para ahli bahasa mengasumsikan bahwa Narentani menuturkan bahasa Proto-Slavia (seperti kelompok-kelompok Slav lainnya pada masa itu). Historiografi Kroasia menganggap Narentani sebagai salah satu kelompok regional yang menjadi asal-usul bangsa Kroasia dan orang-orang yang berasal dari wilayah Dubrovnik-Neretva.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pagania.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan