Sabtu, 26 September 2026
14:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
NDL-40

NDL-40

Ndl_40.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
NDL-40

NDL-40 (LAU 97) adalah senjata artileri medan berupa peluncur roket yang diproduksi oleh IPTN (sekarang PT DI) dari Indonesia. Senjata ini menggunakan roket diameter 70mm atau 2,75 inchi sebagai pelurunya. Biasanya roket ini menggunakan peluru, roket multi luncur FFAR 2.75" yang diproduksi secara lisensi oleh IPTN.

NDL-40 bisa meluncurkan 40 roket dari 40 tabung luncurnya secara salvo dengan selang 0,1 sampai 9,9 detik untuk tiap roketnya. Dengan kemampuan ini NDL-40 mampu meluluh-lantakan sebuah daerah seluas 200m x 300m dalam sekejap. Jangkauan terjauh dari senjata ini hanya 6 km tetapi demikian bila menggunakan roket khusus jangkauan bisa bertambah menjadi 8 km.

Terkait:

  • NPU-70 (Nusantara Poly Urethene - 70mm)

Spesifikasi

Kemampuan:

  • 360 derajat azimuth dan -3 sampai +65 derajat elevasi kemampuan tembak
  • Sistem pengisian belakang dan modular
  • Mobilitas tinggi dan sistem kontrol tembakan yang dapat diprogram
  • Sistem lihat sampai lebih dari 6,500 mil
  • Operasi dan perawatan yang sederhana dan mudah
  • Fleksibilitas tinggi, penggunaan ground-to-ground atau surface-to-ground

Berat

  • Sistem peluncur 740.0 kg.
  • Sistem kontrol penembakan Individual 10.0 kg.
  • Sistem bidik 4.5 kg.
  • Komando sistem kontrol penembakan 2.0 kg.

Dimensi utama

Sistem peluncur

  • Panjang 3,595 mm.
  • Lebar 1,995 mm.
  • Tinggi 1,600 mm.
  • Panjang tabung peluncur 1,806 mm.

Ketahanan peluncur

  • Tabung 400 penembakan.
  • Detainer 4,000 penembakan.
  • Contactor 4,000 penembakan.

Sistem kontrol penembakan Individual

  • Panjang 265 mm.
  • Lebar 140 mm.
  • Tinggi 150 mm.

Sistem pencahayaan

  • Panjang 195 mm.
  • Lebar 145 mm.
  • Tinggi 200 mm.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan