Senin, 12 Oktober 2026
07:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Mysterium Fidei

Bagikan:

Mysterium Fidei adalah sebuah ensiklik dari Paus Paulus VI mengenai Ekaristi, yang terbit pada bulan September 1965.

Mysterium Fidei dikeluarkan tepat pada saat bagian penutup Konsili Vatikan II dimulai. Ditulis dalam nada yang keras dan susah payah, tujuannya adalah untuk menghalau gerakan-gerakan teologis tertentu yang ia pandang sedang memperoleh tempat di dalam Gereja Katolik Roma. Dengan menggunakan istilah seperti "keprihatinan pastoral" dan "kegelisahan", surat ini mengirimkan pesan yang langsung dan tegas kepada Gereja mengenai Ekaristi. Sri Paus terlihat jelas takut bahwa ajaran-ajaran baru ini mengancam ketakwaan kepada Ekaristi yang telah menjadi lambang Gereja Katolik semenjak abad-abad pertama. Untuk menekankan pentingnya Ekaristi dalam Gereja, Sri Paus mengumandangkan kata-kata Santo Ignatius dari Anthiokia yang merujuk Sakramen Kudus sebagai "ramuan dari keabadian."

Namun, surat ini menerima perhatian yang sedikit karena perhatian dunia pada saat itu terfokus pada karya-karya terakhir para rohaniwan peserta konsili, terutama Lumen Gentium, yang dikeluarkan di bulan November pada tahun yang sama di saat penutupan konsili tersebut.

Lihat pula

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan