Rabu, 04 November 2026
03:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Mysterium Fidei

Bagikan:

Mysterium Fidei adalah sebuah ensiklik dari Paus Paulus VI mengenai Ekaristi, yang terbit pada bulan September 1965.

Mysterium Fidei dikeluarkan tepat pada saat bagian penutup Konsili Vatikan II dimulai. Ditulis dalam nada yang keras dan susah payah, tujuannya adalah untuk menghalau gerakan-gerakan teologis tertentu yang ia pandang sedang memperoleh tempat di dalam Gereja Katolik Roma. Dengan menggunakan istilah seperti "keprihatinan pastoral" dan "kegelisahan", surat ini mengirimkan pesan yang langsung dan tegas kepada Gereja mengenai Ekaristi. Sri Paus terlihat jelas takut bahwa ajaran-ajaran baru ini mengancam ketakwaan kepada Ekaristi yang telah menjadi lambang Gereja Katolik semenjak abad-abad pertama. Untuk menekankan pentingnya Ekaristi dalam Gereja, Sri Paus mengumandangkan kata-kata Santo Ignatius dari Anthiokia yang merujuk Sakramen Kudus sebagai "ramuan dari keabadian."

Namun, surat ini menerima perhatian yang sedikit karena perhatian dunia pada saat itu terfokus pada karya-karya terakhir para rohaniwan peserta konsili, terutama Lumen Gentium, yang dikeluarkan di bulan November pada tahun yang sama di saat penutupan konsili tersebut.

Lihat pula

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan