Kamis, 22 Oktober 2026
12:53 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Myeik

Myeik

kota di Myanmar

Bagikan:
Place in Region Tanintharyi, MyanmarTemplat:SHORTDESC:Place in Region Tanintharyi, Myanmar
မြိတ်
မြိတ်မြို့
Myeik
250px-%E1%80%99%E1%80%BC%E1%80%AD%E1%80%90%E1%80%BA%E1%80%99%E1%80%BC%E1%80%AD%E1%80%AF%E1%80%B7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
မြိတ် di Myanmar
မြိတ်
မြိတ်
Location in Myanmar
Koordinat: 12°26′N 98°36′E / 12.433°N 98.600°E / 12.433; 98.600
Negara Myanmar
WilayahRegion Tanintharyi
DistrikDistrik Myeik
kotaprajakotapraja Myeik
Populasi
 (2014)
 • Total284.498
Zona waktuUTC+06:30 (MMT)
250px-Petition_to_the_Bayinkan_of_Burma_from_the_people_of_Myeik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petisi kepada Gubernur Inggris di Burma dari masyarakat Myeik. Surat dalam bahasa Burma formal, dicetak dengan sutra dan dibungkus dalam cangkang tiram, ca. 1907. Perpustakaan Inggris

Myeik (bahasa Burma:မြိတ်; MLCTS: mrit, diucapkan [mjeɪʔ] or [beɪʔ]; Mon:ဗိက်, [pòik]; bahasa Thai:มะริด, RTGS: Marit, [má(ʔ).rít]; sebelumnya Mergui, /mɜːrˈɡwiː/) adalah sebuah kota di Region Tanintharyi di bagian selatan Myanmar. Kota ini terletak di Kepulauan Mergui yang terletak di Laut Andaman.[1] Sebelumnya kota ini merupakan bagian dari Kerajaan Ayutthaya tetapi pada akhirnya dapat ditaklukkan Burma pada tahun 1765.

Pada tahun 2006 terdapat sekitar 180.000 orang yang tinggal di Myeik. Populasi sebagian besar terdiri dari Burma, Cina, Karen, India, Mon dan suku nomaden laut yaitu suku Moken . Bahasa mereka memiliki aksen yang kuat dari Burma.

Sejarah

Sejak abad ke 16 daerah Mergui adalah daerah bagian dari Kerajaan Ayutthaya Siam, tetapi kemudian dapat ditaklukkan oleh Burma melalui penaklukan Ayutthaya dan akhirnya Mergui tergabung dalam burma pada tahun 1767. Mergui Ayutthaya merupakan pusat perdagangan penting dengan India dan Persia di barat dan Cina dan Jepang di timur. Di kota ini juga banyak orang Eropa menetap di sini, atau pergi dengan barang-barang mereka dengan tanah melalui semenanjung Tanintharyi ke Ayutthaya. Daerah ini adalah daerah yang sering diperebutkan oleh Burma dengan Siam.

Pada abad ke 17 Raja Siam Songtham meminta Belanda untuk mengamankan darah Mergui, terutama untuk melindungi kepentingannya melawan Portugis . Ayutthaya kemudian dua orang Inggris, Burnaby dan Richard Samuel White, tangan yang bebas dalam mendirikan sebuah armada bajak laut untuk mengganggu kepentingan Perusahaan Hindia Timur Britania. Sebagai akibat dari penaklukan Ayutthaya pada tahun 1765 Mergui jatuh ke Burma dan pada akhirnya ditaklukkan oleh Inggris pada tahun 1826 setelah Perang Inggris-Birma Pertama.

Data iklim Myeik (1991–2020, extremes 1934-1994)
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 35.0
(95)
36.1
(97)
37.2
(99)
37.2
(99)
36.7
(98.1)
36.7
(98.1)
33.9
(93)
33.9
(93)
32.8
(91)
35.6
(96.1)
34.4
(93.9)
36.1
(97)
37.2
(99)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 32.2
(90)
33.0
(91.4)
33.7
(92.7)
34.3
(93.7)
32.4
(90.3)
30.6
(87.1)
29.8
(85.6)
29.4
(84.9)
29.9
(85.8)
31.5
(88.7)
32.5
(90.5)
32.1
(89.8)
31.8
(89.2)
Rata-rata harian °C (°F) 27.1
(80.8)
27.9
(82.2)
28.9
(84)
29.6
(85.3)
28.6
(83.5)
27.4
(81.3)
26.8
(80.2)
26.6
(79.9)
26.8
(80.2)
27.7
(81.9)
27.9
(82.2)
27.1
(80.8)
27.7
(81.9)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.0
(71.6)
22.8
(73)
24.0
(75.2)
25.0
(77)
24.9
(76.8)
24.3
(75.7)
23.9
(75)
23.8
(74.8)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
23.3
(73.9)
22.1
(71.8)
23.6
(74.5)
Rekor terendah °C (°F) 11.7
(53.1)
15.6
(60.1)
16.1
(61)
18.9
(66)
19.4
(66.9)
19.4
(66.9)
18.9
(66)
18.9
(66)
18.9
(66)
17.2
(63)
15.0
(59)
12.8
(55)
11.7
(53.1)
Presipitasi mm (inci) 37.5
(1.476)
43.7
(1.72)
64.7
(2.547)
123.9
(4.878)
448.0
(17.638)
706.9
(27.831)
836.0
(32.913)
876.4
(34.504)
635.2
(25.008)
333.0
(13.11)
59.8
(2.354)
23.0
(0.906)
4.188,1
(164,886)
Rata-rata hari hujan atau bersalju (≥ 1.0 mm) 2.4 3.3 5.7 8.4 20.7 25.6 27.4 27.3 25.1 20.1 5.9 1.9 173.9
% kelembapan 72 72 72 72 82 88 90 90 89 83 76 72 79.8
Sumber #1: World Meteorological Organization[2]
Sumber #2: Sistema de Clasificación Bioclimática Mundial (records),[3] Danish Meteorological Institute (humidity 1931–1960)[4]

Referensi

  1. ↑ "Myanmar: largest cities and towns and statistics of their population:calculation 2010".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) World Gazetteer
  2. ↑ "World Meteorological Organization Climate Normals for 1991–2020". World Meteorological Organization. Diakses tanggal 16 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Mergui (Myanmar)" (PDF). Centro de Investigaciones.
  4. ↑ Cappelen, John; Jensen, Jens. "Myanmar - Mergui" (PDF). Climate Data for Selected Stations (1931-1960) (dalam bahasa Dansk). Danish Meteorological Institute. hlm. 188. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 April 2013. Diakses tanggal 14 Oktober 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranalaluar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan