Sabtu, 10 Oktober 2026
09:17 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Museum hidup

Museum hidup

Bagikan:
500px-Narayanhiti_Palace_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Istana Narayanhiti

Museum hidup, juga dikenal sebagai museum sejarah hidup, adalah sebuah jenis museum yang merekreasikan latar sejarah untuk menampilkan periode masa lampau, menyajikan para pengunjung dengan penafsiran eksperimental dari sejarah.[1] Ini adalah sebuah jenis dari museum yang merekreasikan kondisi keberadaan penuh dari budaya, lingkungan alam dan periode sejarah.[2][3]

Bacaan tambahan

  • Alderson, William and Shirley Payne Low. Interpretation of Historic Sites. Nashville: American Association for State and Local History, 1985.
  • Anderson, Jay. Time Machines: The World of Living History. Nashville: American Association for State and Local History, 1984.
  • Irwin, Susan K. “Popular History: Living History Sites, Historical Interpretation and the Public.” Master’s thesis, Bowling Green State University, 1993.
  • Magelssen, Scott. Living History Museums Undoing History Through Performance. Lanham, Maryland: Scarecrow Press, 2007.
  • Roth, Stacy. Past into Present: Effective Techniques for First-Person Historical Interpretation. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 1998.
  • Snow, Stephen Eddy. Performing the Pilgrims: A Study of Ethnohistorical Role Playing at Plimoth Plantation. Jackson: University of Mississippi, 1993.
  • Tilden, Freeman. Interpreting Our Heritage. 3rd ed. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 1977.
  • Wallace, Michael. “Visiting the Past: History Museums in the United States.” Radical History Review 25 (1981): 63-96.

Referensi

  1. ↑ "The Association for Living History, Farm, and Agricultural Museums". Diakses tanggal 5 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "What Is A Living Museum?". WorldAtlas (dalam bahasa American English). 2018-02-19. Diakses tanggal 2025-05-28.
  3. ↑ "Living History (english version) | Docupedia-Zeitgeschichte". docupedia.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2025-05-28.
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan