Senin, 28 September 2026
10:40 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Museum Subak

Museum Subak

museum di Indonesia

Museum Subak
330px-Museum_Subak.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Subak
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Subak&revid=28126210&groups=_3cab4e2e1c69de5f13eb5fede535010d75c01c48&parser=parsoid
Didirikan1981
LokasiTabanan, Bali, Indonesia
Koordinat8°32′43″S 115°08′17″E / 8.54530211°S 115.13808044°E / -8.54530211; 115.13808044
JenisMuseum pertanian

Museum Subak adalah sebuah museum yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Dusun Sanggulan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.[1][2] Koleksi Museum Subak menyajikan informasi yang berkaitan dengan sistem irigasi sawah tradisional Bali yang disebut Subak. Museum ini terletak di Kota Tabanan, Provinsi Bali. Museum ini merupakan museum khusus tentang sistem pertanian di Bali berciri khas kemandirian atas landasan kekal “Tri Hita Krana”, konsep keseimbangan dari tiga penyebab kebahagiaan (Tuhan, manusia dan alam).

Sejarah

Gagasan tentang pendirian Museum Subak diprakarsai oleh I Gusti Ketut Kaler sejak tahun 1975. Ia memiliki ide untuk melestarikan salah satu warisan budaya di Kabupaten Tabanan yaitu lembaga tradisional yang disebut subak.[3] Pada dasarnya subak (metode sistem irigasi air) telah ada di Bali sejak zaman bali kuno abad ke-11, dan masih berkembang saat ini, yang merupakan pencerminan identitas dengan karakteristik filsafat dasar "Tri Hita Karana", yaitu konsep keseimbangan dari tiga penyebab kebahagiaan (keseimbangan antara sesama manusia (Pawongan), harmoni antara manusia dengan alam (Palemahan), dan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan). Pada Oktober 1981 Museum Subak diresmikan oleh Gubernur Bali kala itu, Prof. Ida Bagus Mantra.

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hal itu juga akan memengaruhi keberadaan Subak, dan jika hal ini terjadi pasti semua alat-alat tradisional akan cepat berubah, sehingga akhirnya akan sangat sulit untuk melacak dan memasang kembali semua peralatan yang telah digunakan dalam kehidupan tradisional agraris di Bali, khususnya kehidupan pertanian subak itu sendiri. Dan juga termasuk contoh rumah tradisional, yang mengikuti konsep Hindu Bali tentang tata ruang yang biasa dikenal dengan konsep "Asta Kosala-Kosali dan Asta Bumi", kemudian ide ini akhirnya menyadari bahwa keberadaan Subak sangatlah penting, yang kemudian ide ini menjadi konsep untuk pendirian Museum Subak. Dasar munculnya ide ini juga adalah untuk menjaga Subak sebagai semacam warisan budaya.

Koleksi

Museum Subak mengoleksi alat-alat pertanian tradisional yang biasa digunakan di Bali dan menjadi warisan dari leluhur.[4]

  • Patung Metekap
    Patung Metekap
  • Peralatan Bertani
    Peralatan Bertani
  • Pintu Masuk Museum Subak
    Pintu Masuk Museum Subak

Referensi

  1. ↑ Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia (PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 45.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Kediri". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  3. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 246. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Agustini, Ketut (2023). Digitalisasi Museum Subak dengan Augmented Reality: Edukasi Wisata Berbasis Konsep TWA (PDF). Universitas Pendidikan Ganesha. hlm. 3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan