Jumat, 30 Oktober 2026
01:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Musang leher-kuning

Musang leher-kuning

Bagikan:
Musang Leher-kuning
Rentang waktu: Pliocene – Sekarang
250px-N%C3%BCrnberg_Martes_flavigula_N%C3%BCrnberg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Pinel, 1792
Spesies:
M. flavigula
Nama binomial
Martes flavigula
Boddaert, 1785
Subspecies

M. f. flavigula (Boddaert, 1785)
M. f. chrysospila (Pocock, 1936), Taiwan
M. f. robinsoni, Java

250px-Yellow-throated_Marten_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran Martes flavigula
Artikel takson sembarang

Musang leher-kuning[2] (Martes flavigula) atau amunin panan[3] adalah sejenis karnivora dari genus Martes. Sebagai anggota suku Mustelidae, musang ini lebih dekat kekerabatannya dengan biul dan berang-berang ketimbang dengan golongan musang sejati (suku Viverridae).[2] Martes flavigula merupakan musang Martes terbesar di Dunia Lama, dengan ekor yang lebih panjang daripada setengah tubuhnya. Rambutnya berwarna terang, terdiri dari campuran unik hitam, putih, kuning keemasan, dan cokelat.[4] Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Yellow-throated Marten atau Kharza, di sini secara salah kaprah kadang-kadang disebut sebagai slentek.[5]

Pengenalan

Musang bertubuh agak kecil; kepala dan tubuh (KT) sekitar 403–465 mm, sedangkan ekornya 310–375 mm (lk. 75% KT); kaki belakang 81–91 mm. Berat tubuh 1.000–1.370 g. Hewan jantan sedikit lebih besar daripada betinanya.[2]

Sisi atas tubuh berwarna cokelat, atau cokelat di bagian depan dan cokelat tua di sekitar pantat. Dagu, tenggorokan dan dada kekuningan, keputihan, atau bungalan (pucat cokelat kekuningan); dibatasi oleh garis gelap di belakang telinga. Ekor berwarna cokelat tua, terkadang dengan ujung lebih pucat.[2]

Ekologi dan perilaku

Hewan ini bersifat omnivora, di mana sumber makanannya berasal dari buah-buahan dan nektar[6] sampai rusa kecil.[7][8] Hewan ini tidak memiliki pemangsa alami[9] juga menyebarkan bau kurang sedap. Hewan ini tidak menunjukkan rasa takut bila didekati oleh manusia atau anjing, tetapi mudah dijinakkan.[10]

Konservasi

IUCN memasukkan M. flavigula sebagai hewan berisiko rendah disebabkan persebarannya yang luas, populasi yang relatif stabil, kemunculannya di banyak wilayah yang dilindungi, dan ketiadaan ancaman besar.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Abramov, A., Timmins, R.J., Roberton, S., Long, B., Than Zaw, Duckworth, J.W. (2008). "Martes flavigula". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.4. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 26 Mei 2011. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosongs: |last-author-amp= and |authors=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Payne & al. 2000, hlm. 310–11 harvnb error: tanpa target: CITEREFPayneal.2000 (bantuan)
  3. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-07.
  4. ↑ Heptner & Sludskii 2002, hlm. 905–906
  5. ↑ Daftar Satwa Liar yang Tidak Dilindungi Undang-Undang di Jawa Timur Diarsipkan 2013-12-03 di Wayback Machine, Departemen Kehutanan Republik Indonesia, diakses pada 24 November 2013.
  6. ↑ Pocock 1941, hlm. 336
  7. ↑ Heptner & Sludskii 2002, hlm. 915–916
  8. ↑ Heptner & al. 1988 harvnb error: tanpa target: CITEREFHeptneral.1988 (bantuan)
  9. ↑ Heptner & Sludskii 2002, hlm. 919
  10. ↑ Pocock 1941, hlm. 337

Bibliografi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Martes flavigula.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan