Minggu, 18 Oktober 2026
19:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Muntah darah

Muntah darah

Bagikan:
Muntah darah
SpesialisasiGastroenterologi Sunting ini di Wikidata

Muntah darah (juga disebut hematemesis) adalah dikeluarkannya darah melalui mulut.[1][2][3]: 308 

Muntah darah bisa menjadi kejadian yang menakutkan, namun pada beberapa kasus, penyebabnya bisa karena hal yang sepele luka di bibir kemudian darah tertelan dan dimuntahkan lagi, atau pendarahan melalui hidung, tertelan, dan dimuntahkan melalui mulut.[4] Pada penyebab di mana luka berasal dari mulut/ hidung, biasanya dampaknya singkat pada seseorang.[4] Namun, muntah darah juga bisa disebabkan oleh kondisi medis serius seperti luka dalam, pendarahan pada organ, hingga pecahnya organ/pembuluh darah.[4]

Kejadian muntah darah sering diartikan secara keliru dengan kejadian yang mirip yaitu batuk darah (hemoptisis).[1]

Ciri-ciri

Darah juga dimuntahkan bentuk segar (bekuan atau gumpalan atau cairan berwarna merah cerah) atau berubah karena enzim dan asam lambung, menjadi kecoklatan dan berbentuk seperti butiran kopi.[2] Memuntahkan sedikit darah dengan warna yang telah berubah adalah gambaran nonspesifik dari muntah berulang dan tidak selalu menandakan pendarahan saluran pencernaan atas yang signifikan.[2]

Penyebab

Lokasi dan sebab perdarahan dapat ditentukan dengan pemeriksaan radiologi dan/atau dengan endoskopi.

  • Hematemesis dapat karena adanya luka atau pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas.[5]
  • Hematemesis sering berasal dari perdarahan variks esofagus (pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir esofagus), tukak lambung, erosi selaput lendir esofagus/lambung karena tertelan zat korosif, dan penyakit darah. Sebab-sebab lain adalah tumor ganas pada esofagus/lambung, perdarahan karena divertikel saluran pencernaan.
  • Hematemesis dapat disebabkan oleh perdarahan akut dari saluran pencernaan bagian atas atau mulut atau faring.[6]

Hematemesis akut

Hematemesis akut adalah keadaan darurat di rumah sakit yang sangat umum dan masih menyebabkan 8% - 14% kematian.[6] Di antara orang dewasa, perdarahan dari lambung atau duodenum, ulkus esofagus dan varises adalah penyebab yang paling sering.[6] Pada anak-anak, lesi mukosa dan varises perdarahan (biasanya sekunder untuk obstruksi vena di hati) yang umum & dalam pengaturan perawatan intensif, manajemen ventilator, infeksi dan obat-obatan mendominasi sebagai penyebab stres ulserasi.[6]

Pengobatan

Pengobatan dilakukan secara konservatif dengan obat-obat untuk mempercepat pembekuan darah atau dengan memberikan infus dengan pitresin sebanyak 20 satuan dilarutkan dalam 200 ml glukosa 5% dalam waktu 20 menit, atau bila perlu dengan transfusi darah.

Apabila semua tidak berhasil, dilakukan dengan tindakan pembedahan. Khusus untuk perdarahan variks esofagus dapat dilakukan tamponade dengan tube Sengstaken.[1]

Muntah darah pada hewan

Muntah darah sering terjadi pada anjing,[1] karena terdapat seperti borok pada selaput lendir.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 Shadily, Hassan (1984). Ensiklopedi Indonesia Volume 2. Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 754.
  2. 1 2 3 Patrick Davey (2005). At a Glance Medicine. Jakarta: Erlangga. ISBN 979-741-994-0.
  3. ↑ Interpreting Signs and Symptoms. Nursing. Lippincott Williams & Wilkins. 2007. ISBN 9781582556680.
  4. 1 2 3 (Inggris) Health Line: Vomitting blood
  5. ↑ Pierce A. Grace dan Neil L. Borley (2006). At a Glance Ilmu Bedah. Jakarta: Erlangga.
  6. 1 2 3 4 (Inggris) Glen E. Hastings MD (2005). "Hematemesis & Melena" (PDF). Diakses tanggal June 26 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan