Rabu, 30 September 2026
11:58 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Muhammad Rachman

Muhammad Rachman

Bagikan:
Untuk petinju yang tewas karena bunuh diri, lihat Rachman Kili-kili Taliak.
Muhammad Rachman
250px-KPU_Muhammad_Rachman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data diri
Nama asliMohamad Rachman Sawaludin bin Suhaimat
JulukanThe Rock Breaker
Predator
KelasMinimumweight
Tinggi5 ft 3 in (1,60 m)
Jangkauan23 in (58 cm)
KebangsaanIndonesia Indonesia
Lahir23 Desember 1971 (umur 54)
Merauke, Papua
GayaOrthodox
Catatan pertandingan
Total tanding79
Menang64
Menang KO33
Kalah11
Imbang5
Tanpa kontes0

Muhammad Rachman (lahir 23 Desember 1971) adalah seorang petinju asal Indonesia. Ia adalah mantan juara dunia kelas terbang mini 47,6 kilogram versi IBF dan WBA.

Kehidupan awal

Rachman adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara dari pasangan H. Suhaimat (ayah, seorang PNS di Merauke) dan Siti Maryam (ibu, petani di Merauke). Semasa kecil, Rachman adalah seorang anak yang bandel. Berkelahi, tidur di jalan, menggelandang di pasar, bahkan pengalaman dipenjara sudah bukan hal asing bagi Rachman saat itu. Kemudian, suatu saat dia berpikir, kenapa kenakalannya tersebut tidak disalurkan lewat olahraga tinju.

Karier

Awal karier

Rachman kemudian memutuskan bergabung dengan sebuah sasana tinju amatir di Merauke saat dia kelas 1 SMP (sekitar usia 13 tahun). Namun sampai lulus SMEA pada usia 19 tahun, Rachman hanya melulu berlatih, tanpa pernah sekalipun bertanding.

Akhirnya Rachman membulatkan tekad untuk berkelana ke tanah Jawa, dan dia "terdampar" di kota Surabaya (tahun 1991). Di kota Pahlawan itu, Rachman mencoba bergabung dengan sasana Pirih milik pelatih dan promotor tinju Eddy Pirih. Karena usianya sudah menginjak 20 tahun, dan dianggap terlambat untuk memulai karier di tinju, Eddy Pirih menolak Rachman bergabung di sasananya. Namun Rachman tidak putus asa, dan akhirnya ia diberi kesempatan sparring dengan para petinju dari Sasana Pirih. Melihat kemampuan, bakat dan minat Rachman yang sangat besar terhadap tinju, akhirnya dia diterima berlatih di Sasana Pirih.

Pada tahun 1993 M. Rachman mengawali karier di tinju profesional, tanpa sekalipun bertanding di jenjang amatir, saat dia menang angka 4 ronde atas Muhammad Daud.

Juara Nasional & Internasional

Pada tahun 1991, Rachman berhasil meraih gelar juara nasional kelas terbang mini, saat memukul KO juara bertahan Muhammad Sadik. Kemenangan demi kemenangan diraih Rachman, sampai akhirnya promotor kenamaan saat itu, Aseng, menandingkannya di tingkat internasional melawan petinju Filipina, Roger Mananquil. Rachman berhasil memukul KO Mananquil pada ronde 8 dan merebut gelar juara IBF Intercontinental (level Asia Pasifik) pada tahun 2000.

Juara Dunia versi IBF

Setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia tinju pro, Rachman berhasil merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang mini, saat dia berhasil menundukkan petinju lincah dari Kolombia, Daniel Reyes (14 September 2004). Rachman tercatat sudah memperahankan gelarnya melawan Fahlan Sakreerin (Thailand) dengan technical draw pada 5 April 2005, dan menang KO ronde 6 atas Omar Soto (Meksiko) pada 6 Mei 2006.

Pada 23 Desember 2006, Rachman kembali mempertahankan gelar dengan manis, saat memukul KO petinju Filipina Benjie Sorolla pada ronde ke-6. Sebuah kado manis tepat pada hari ulangtahunnya yang ke-35.

Kekalahan

Gelar tersebut kemudian akhirnya lepas saat Rachman dikalahkan dengan angka oleh petinju Filipina lainnya, Florante Condes yang berjuluk Little Pacquiao, pada 7 Juli 2007 di Studio IV RCTI, Jakarta. Rachman yang mengaku kehilangan konsentrasi akibat mangkirnya promotor Albert Reinhard Papilaya dan masalah perceraia dengan istri sebelumnya, sempat tersungkur dua kali (knockdown) pada ronde 3 dan 10 terkena pukulan keras Condes. Pertarungan Condes vs Rachman akhirnya dipromotori oleh Ndondo Sugiarto yang akhirnya mengambil alih dari Papilaya.

Pasca kekalahan dari Condes, Rachman sempat mencoba menantang juara dunia WBC dari Thailand, Oleydong Sithsamerchai di Phuket, Thailand, pada bulan Mei 2009, tetapi Rachman kalah angka pasca terjadi benturan yang mengakibatkan luka di pelipis pada ronde 11.

Rachman sempat beberapa kali mengalami kekalahan, tetapi penampilannya yang masih prima membuat Rachman menarik para promotor di Thailand untuk mengundangnya bertanding, termasuk melawan juara dunia asal negara tersebut. Rachman sebetulnya kini bertinju sekadar sebagai hobi, karena dia kini berprofesi di bidang bisnis dan sedang berjuang untuk memulai bisnis promotor tinju.

Juara Dunia versi WBA

Dalam usia menjelang 40, Muhammad Rachman kembali mendapat tawaran untuk menantang juara dunia kelas terbang mini versi WBA Kwantai Sithmorseng di Bangkok, Thailand, 20 April 2011. Di luar dugaan semua orang, Rachman mampu tampil sangat bagus, dan berhasil memukul KO petinju tuan rumah yang berstatus sebagai juara bertahan tersebut pada ronde 9 dari rencana 12 ronde.

Rachman mempertahankan gelar WBA tersebut untuk kali pertama melawan penantang peringkat 11 asal Thailand, Pornsawan Porpramook, 30 Juli 2011 di Cibubur, Jakarta. Sayang, Rachman kalah angka mayoritas secara kontroversial, sehingga gelarnya melayang.

Lain-lain

Saat ini, profesi utama Rachman adalah sebagai seorang pebisnis, juga sedang memulai usaha promotor tinju. Tinju adalah bagian dari kehidupannya, yang sebetulnya sudah akan ditinggalkan, tetapi adanya tawaran untuk menantang seorang juara dunia lagi membuatnya terus menekuni olahraga keras ini.

Dia juga adalah seorang Sarjana Hukum lulusan Universitas Putra Bangsa

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan