Selasa, 13 Oktober 2026
12:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Muhammad Tibang

Bagikan:
Muhammad Tibang
Ramasamy
Syahbandar Kesultanan Aceh Darussalam
Penguasa monarkiAlauddin Ibrahim Mansur Syah
Alauddin Mahmud Syah
Informasi pribadi
LahirRamasamy
Lahore atau India bagian selatan
Dikenal karena
Utusan diplomatik Aceh ke Riau dan Singapura menjelang Perang Aceh; dituduh berkhianat oleh pihak Belanda dan sebagian sejarawan.

Muhammad Tibang (lahir dengan nama Ramasamy) adalah seorang tokoh dan pejabat syahbandar pada masa akhir Kesultanan Aceh Darussalam sebelum meletusnya Perang Aceh.[1] Ia dikenal luas karena peran diplomatiknya ke Riau dan Singapura pada akhir tahun 1872 yang memicu kekhawatiran Pemerintah Hindia Belanda hingga berujung pada maklumat perang tahun 1873.[2]

Latar belakang

Muhammad Tibang merupakan seorang imigran keturunan India selatan (beberapa sumber menyebut berasal dari Lahore) yang datang ke Aceh pada masa mudanya dalam rombongan pertunjukan sulap.[1] Berkat kelincahan, kecerdasan, dan keterampilannya dalam bermain sulap, ia berhasil menarik simpati masyarakat pelabuhan dan kalangan istana.[1]

Setelah memeluk agama Islam, ia diberi nama Muhammad oleh Sultan Aceh dan dianugerahi gelar Panglima Tibang, merujuk pada nama kampung tempat ia mengucapkan syahadat.[1] Berkat kedekatannya dengan Sultan Alauddin Ibrahim Mansur Syah dan penerusnya, Sultan Alauddin Mahmud Syah, ia diangkat menjadi syahbandar pelabuhan ibu kota, posisi penting yang meregulasi cukai dagang dan pendapatan pelabuhan kesultanan.[3]

Misi diplomatik dan Perang Aceh

Pada bulan Desember 1872, di tengah meningkatnya ketegangan antara Kesultanan Aceh dan Belanda akibat pembatalan Traktat London 1824 melalui Traktat Sumatera 1871, Kesultanan Aceh mengutus Panglima Tibang memimpin delegasi ke Tanjungpinang, Riau.[3] Misi tersebut bertujuan untuk menemui Residen Belanda, Daniel Willem Schiff, guna membahas tuntutan Belanda sekaligus mengulur waktu pertahanan Aceh.[3][4]

Dalam perjalanan pulang dari Riau, Muhammad Tibang singgah di Singapura.[5] Di sana, ia melakukan pertemuan rahasia dengan konsul Amerika Serikat (Mayor A.G. Studer), konsul Italia, dan utusan Turki untuk mencari bantuan militer dan aliansi politik.[2] Dokumen rancangan perjanjian kerja sama antara Amerika Serikat dan Aceh berhasil dirumuskan dalam pertemuan ini.[2]

Mata-mata Belanda berhasil mengendus pergerakan diplomasi ini (peristiwa yang dalam historiografi kolonial kerap disebut "Het Verraad van Singapore" atau "Pengkhianatan Singapura").[6] Khawatir Aceh akan jatuh ke bawah perlindungan kekuatan Barat lain, Gubernur Jenderal Hindia Belanda James Loudon segera memerintahkan armada militer untuk menyerang Aceh pada awal tahun 1873, yang menandai dimulainya Perang Aceh.[2]

Kontroversi

Nama Muhammad Tibang menjadi subjek kontroversi sejarah yang besar di Aceh. Sebagian sumber lokal menyayangkan perpecahan politik internal istana pada masa itu dan mencatat bahwa faksi-faksi yang tidak menyukai Tibang menuduhnya berniat "menjual" Aceh kepada Belanda.[4] Di kemudian hari, setelah perang berkecamuk, Tibang dianggap berbalik arah mendukung pemerintah kolonial Hindia Belanda.[6]

Meskipun demikian, penelitian sejarawan seperti James Warren Gould menunjukkan bahwa kebocoran informasi diplomatik di Singapura justru lebih didorong oleh peran ganda Teuku Muhammad Arifin, seorang agen rahasia yang bekerja untuk konsul Belanda di Singapura, dan bukan sepenuhnya atas inisiatif murni pengkhianatan dari Muhammad Tibang atau Mayor Studer sejak awal misi.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Snouck Hurgronje, C. (1989). Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889–1936 (Jilid I) (PDF). E.J. Brill. hlm. 102–103.
  2. 1 2 3 4 Bank Indonesia (2020). Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Daerah Modal: Seri Sejarah & Heritage Aceh (PDF). BI Institute. hlm. 45.
  3. 1 2 3 Van 't Veer, Paul (1977). Perang Aceh (PDF). Gramedia. hlm. 58–60.
  4. 1 2 Firdaus Wahid (2018). Kontribusi Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh (1873–1908) (PDF) (Tesis). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. hlm. 24.
  5. ↑ Reid, Anthony (1973). "The French in Sumatra and the Malay World, 1760–1890" (PDF). Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society. 46: 224.
  6. 1 2 3 "Peran Ganda Arifin dalam Perang Aceh". Pikiran Merdeka. 10 Mei 2012.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan