Kamis, 22 Oktober 2026
17:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Mitsuyo Maeda

Mitsuyo Maeda

Bagikan:
前田 光世 (Maeda Mitsuyo)
250px-Mitsuyo_Maeda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1878-11-18)18 November 1878
Desa Funazawa, Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang
Meninggal28 November 1941(1941-11-28) (umur 63)
Belém, Brasil
Nama LainOtávio Maeda (nama Portugis)
KebangsaanJepang Jepang
Brasil Brasil
GuruKano Jigoro, Tsunejiro Tomita
Peringkat  ke-7 dan sabuk hitam pada judo
Dikenal karenaPengembangan Jiu-jitsu Brasil dan seni bela diri campuran
PekerjaanJudōka and petarung/pegulat bayaran
Siswa TerkemukaCarlos Gracie

Mitsuyo Maeda atau Mitsuo Maeda (前田 光世, Maeda Mitsuyo, (18 November 1878 – 28 November 1941 )),[1] atau memakai nama Otávio Maeda (pengucapan bahasa Portugis: [oˈtavju mɐˈedɐ]) setelah menjadi warga negara Brasil melalui naturalisasi,[2] adalah seorang judōka Jepang dan pegulat bayaran dalam pertandingan tidak mengenal diskualifikasi (no holds barred). Ia ditakuti sebagai dengan julukan seperti Count Combat atau Conde Koma dalam bahasa Spanyol/bahasa Portugis Brasil. Julukan Conde Koma didapatnya di Spanyol pada tahun 1908. Bersama rekannya Antônio Soishiro Satake yang juga orang Brasil naturalisasi, Maeda adalah perintis judo di Brasil, Britania Raya, dan negara lainnya.[1]

Maeda adalah peletak dasar-dasar pengembangan Jiu-Jitsu Brasil, dan menjadi guru untuk Carlos Gracie dan sanak keluarga Gracie.[3] Ia juga seorang penganjur emigrasi Jepang ke Brasil. Maeda memenangi lebih dari 2.000 kali pertarungan profesional dalam kariernya. Prestasi tersebut menyebabkan dirinya mendapat julukan "manusia tertangguh yang pernah hidup", dan dipuja sebagai bapak Jiu-Jitsu Brasil.[4]

Biografi

Maeda lahir pada 18 November 1878 di Desa Funazawa, Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang. Sekolah Menengah Atas Kenritsu Itiu di kota Hirosaki (sekarang Hirokou, SMA Hirosaki).[1] Sewaktu kecil, namanya adalah Hideyo.[5] Semasa remaja, ia tekun berlatih sumo, tapi postur tubuhnya tidak ideal sebagai pegulat sumo. Ia lalu beralih dari sumo ke berlatih judo karena tertarik dengan cerita-cerita waktu itu tentang keunggulan judo melawan jujutsu. Pada tahun 1894, orang tuanya mengirimnya ke Tokyo untuk kuliah di Universitas Waseda. Pada tahun berikutnya, ia mulai berlatih judo di Kodokan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Virgílio, Stanlei (2002). Conde Koma – O invencível yondan da história (dalam bahasa Portuguese). Editora Átomo. hlm. 22–25. ISBN 85-87585-24-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Virgílio, Stanlei (2002). Conde Koma – O invencível yondan da história (dalam bahasa Portuguese). Editora Átomo. hlm. 9. ISBN 85-87585-24-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Virgílio, Stanlei (2002). Conde Koma – O invencível yondan da história (dalam bahasa Portuguese). Editora Átomo. hlm. 93. ISBN 85-87585-24-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Bunasawa, Nori; Murray, John (2007 (2nd edition)). Mitsuyo Maeda: The Toughest Man Who Ever Lived. Judo Journal. hlm. 300.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |year=Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  5. ↑ Green, Thomas A. and Svinth, Joseph R. "The Circle and the Octagon: Maeda's Judo and Gracie's Jiu-jitsu." In Thomas A. Green and Joseph R. Svinth, eds. Martial Arts in the Modern World. Westport, Connecticut, 2003, pp. 61–70.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi atlet judo Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan