Senin, 19 Oktober 2026
01:37 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Mir Damad

Mir Damad

Bagikan:
Infobox orangMir Damad
250px-Head_Statue_of_Mir_Damad%E2%80%93%D8%B3%D8%B1%D8%AF%DB%8C%D8%B3_%D9%85%DB%8C%D8%B1%D8%AF%D8%A7%D9%85%D8%A7%D8%AF.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1561 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Gorgan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1631 Suntingan nilai di Wikidata (69/70 tahun)
Tempat pemakamanMakam Imam Ali Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām dan Islam Syiah Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanIsfahan Seminary (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf,sastrawan,penyair,mutakallim (en) Terjemahkan,matematikawan,muhaddits,Faqih,sage (en) Terjemahkan,pereka cipta,teolog Suntingan nilai di Wikidata
MuridSayyed Ahmad Alavi (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaMar'ashis (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KerabatMir-i Buzurg (en) Terjemahkan (leluhur)
Ali Sistani (keturunan)
Sayyed Ahmad Alavi (en) Terjemahkan (son-in-law (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata

Mir Damad yang bernama lengkap Mir Burhan al-Din Muhammad Baqir Damad sering disebut oleh kalangan ilmuan sebagai "guru ketiga" setelah Aristoteles dan Al-Farabi. Ia juga dikenal dengan sebutan Sayyid al-Afadil atau Pangeran yang terpelajar. ia terlahir di lingkungan keluarga yang memiliki keuakinan agama yang berlainan. Ia dilahirkan di Astrabad, tetapi besar di Mashdad, yang merupakan kota pusat pengajaran di Iran. Di kota inilah, ia melahap beragam pemikiran, termasuk mengkaji secara mendalam pemikiran Ibnu Sina.[butuh rujukan]

Di kemudian hari, Mir Damad berkelana ke Isfahan pada saat wilayah tersebut dikuasai oleh Dinasti Syah Abbas. Qazvin serta Kashan pun menjadi kota yang ia singgahi untuk menimba ilmu. Di kota ini lah pemikirannya mulai bersinggungan dengan filsafat Yunani. Maka, tak heran jika ia membawa beragam tradisi ke dalam ranah filsafat Islam. Ia mulai membawa filsafat Aristoteles untuk digabungkan dengan Neoplatonis serta mistisisme Islam. Mengenai mistisisme, dia pernah dijuluki sebagai filsug GNOSTIK (kalangan yang sering menyendiri).[butuh rujukan]

Mir Damad juga dikenal senang mengkaji filsafat dan mistisme, Ia selalu melontarkan argumen bahwa aktivitas pikiran akan membawa seseorang merasakan sebuah perjalanan spiritual. Pengalaman spiritual yang seseorang rasakan itu pada akhirnya membuat semakin tingginya rasionalitas seseorang.[butuh rujukan]

Sebagaimana sarjana muslim lainnya, Mir Damad tak hanya menguasai ilmu filsafat, namun juga menghasilkan karya. Beberapa karyanya yang terkenal dimasanya adalah Al-Qabasat dan Al-Muqabasat. Yang pada masanya menjadi salah satu karya filsafat yang paling dipelajari.[butuh rujukan]

Pada masa Mir Damad, terjadi pergesekan antara kaum filsuf dan masyarakat umum, apalagi pertentangan terhadap filsafat juga dilakukan oleh kalangan yang berkuasa. Situasi politik kala itu tidak berpihak pada ilmu filsafat, sehingga perkembangan ilmu filsafat tertekan. Namun, Mir Damad akhirnya mampu mendayagunakan potensinya untuk menjembatani hubungan filsafat dengan masyarakat luas dan lingkungan penguasa, sehingga pergesekan yang ada kala itu tidak berlangsung lama.[butuh rujukan]

Mir Damad meninggal dunia pada tahun 1631M. Dia meninggal akibat sakit yang dideritanya dalam perjalanan menuju Karbala, Irak. Ia kemudian dimakamkan di Najaf.[butuh rujukan]

Bacaan tambahan

Pranala luar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan