Minggu, 27 September 2026
05:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Milmyeon

Milmyeon

330px-Busan_Milmyeon_20200522_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Milmyeon Busan

Milmyeon merupakan hidangan mi berbahan dasar gandum yang menjadi salah satu kuliner khas Kota Busan, Korea Selatan.[1]

Asal usul dan penamaannya

Selama Perang Korea, ketika Busan dijadikan ibu kota sementara Republik Korea dan banyak pengungsi menetap di kota ini setelah dua kali penarikan mundur pasukan (retret) pada tahun 1951. Pada masa itu, soba, bahan utama untuk sajian mi dingin tradisional Korea, menjadi langka. Saat itu, banyak pengungsi dari wilayah yang sekarang menjadi Korea Utara, menetap di Busan membawa tradisi membuat naengmyeon, hidangan mi soba dingin khas Korea Utara. Sebagai gantinya, tepung terigu, yang banyak tersedia melalui bantuan pangan militer Amerika Serikat, mulai digunakan sebagai bahan dasar mi. Dari adaptasi inilah kemudian muncul milmyeon, versi khas Korea Selatan dari hidangan naengmyeon. Mi gandum khas Busan berkembang, dengan adonan yang dibuat dari campuran tepung terigu dan tepung ubi jalar. Pada awal kemunculannya, hidangan ini dikenal dengan beberapa nama seperti "mi dingin gandum", "mi dingin Busan" (Busan naengmyeon), dan "mi dingin Gyeongsang-do" (Gyeongsangdo naengmyeon). Seiring waktu, istilah milmyeon merupakan bentuk singkat dari mil naengmyeon, akhirnya menjadi nama yang digunakan secara luas hingga sekarang.[2] Milmyeon, yang merupakan gabungan kata mil artinya berarti gandum dan naengmyeon, artinya mi dingin, Di antara berbagai kedai milmyeon yang muncul di Busan selama masa Perang Korea, Naeho Naengmyeon di kawasan Nam-gu, Busan, sering dianggap sebagai salah satu pelopornya. Restoran ini kini dikelola oleh Yoo Jae-woo, koki sekaligus pemilik generasi keempat, yang meneruskan usaha keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1919. Awalnya, tempat makan ini didirikan oleh kakek buyut Yoo di desa Naeho, Provinsi Hamheung, Korea Utara. Ketika perang memaksa mereka mengungsi ke Busan, keluarganya mendirikan cabang sementara Naeho Naengmyeon pada tahun 1953, menyajikan naengmyeon bergaya Korea Utara, yang kemudian menjadi cikal bakal berkembangnya hidangan khas milmyeon di wilayah Busan.[3]

Karakteristik

Milmyeon memiliki beberapa ciri khas yaitu Mi ini terbuat dari tepung terigu, bukan tepung soba seperti pada mi tradisional Korea, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Hidangan ini biasanya disajikan dengan kuah dingin yang gurih, dibuat dari kaldu sapi atau babi yang memberikan rasa segar sekaligus kaya. Untuk menambah cita rasa dan tampilan, milmyeon dilengkapi dengan berbagai topping seperti telur rebus, mentimun, dan lobak acar yang memberikan perpaduan rasa dan tekstur yang seimbang. milmyeon juga terbagi menjadi dua jenis utama. Pertama, Mul Milmyeon yang disajikan dalam kuah dingin yang dibumbui dengan cuka, kecap asin, dan gochujang, menciptakan rasa segar dengan perpaduan gurih, asam, dan sedikit pedas. Sementara itu, Bibim Milmyeon tidak menggunakan kuah, melainkan disajikan dengan saus pedas kental yang melapisi mi secara merata.[4]

Referensi

  1. ↑ Urbani, Carina (2024-06-01). Big World Guide: Busan, South Korea (dalam bahasa Inggris). Carina Urbani. ISBN 978-1-7383919-2-9.
  2. ↑ 류, 호경(부산대학교 교수). "부산밀면 (釜山밀麵)". 한국민족문화대백과사전 [Encyclopedia of Korean Culture] (dalam bahasa Korea). Academy of Korean Studies.
  3. ↑ "The cold noodles unique to Busan". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-08-15. Diakses tanggal 2025-11-17.
  4. ↑ "Milmyeon || Wheat Noodles, 小麦面, 小麥麵條, ミルミョン, 밀면 - Korean Food" (dalam bahasa American English). 2024-11-08. Diakses tanggal 2025-11-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan