Minggu, 27 September 2026
04:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Zat gizi mikro

Zat gizi mikro atau mikronutrien adalah unsur penting yang dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah yang bervariasi sepanjang hidup untuk mengatur berbagai fisiologis untuk menjaga kesehatan.[1][2] Kebutuhan zat gizi mikro berbeda-beda antarorganisme. Misalnya, manusia dan binatang lain membutuhkan banyak vitamin dan mineral makanan,[3] sedangkan tumbuhan membutuhkan mineral tertentu.[4][5] Kebutuhan zat gizi mikro untuk gizi manusia, biasanya kurang dari 100 milligram tiap hari, sedangkan zat gizi makro atau makronutrien dibutuhkan dalam jumlah gram setiap hari.

Mineral untuk manusia dan binatang lain mencakup 13 unsur yang berasal dari tanah Bumi dan tidak disintesis oleh organisme hidup, seperti kalsium dan zat besi.[6][7] Kebutuhan zat gizi mikro untuk binatang mencakup vitamin, yang merupakan senyawa organik yang dibutuhkan dalam jumlah mikrogram atau milligram.[7][8] Oleh karena tumbuhan merupakan sumber utama gizi bagi manusia dan binatang, beberapa zat gizi mikro mungkin berada pada kadar rendah dan kekurangan (defisiensi) dapat terjadi jika asupan makanan tidak mencukupi, seperri terjadinya malagizi, menyiratkan perlunya prakarsa untuk mencegah zat gizi mikro yang tidak mencukupi dalam makanan nabati.[4]

Bubuk mikronutrien dwiganda sekurang-sekurangnya mengandung zat besi, zink, dan vitamin A yang telah ditambahkan ke Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2019.[9]

Rujukan

  1. ↑ Gernand, A. D; Schulze, K. J; Stewart, C. P; West Jr, K. P; Christian, P (2016). "Micronutrient deficiencies in pregnancy worldwide: Health effects and prevention". Nature Reviews Endocrinology. 12 (5): 274–289. doi:10.1038/nrendo.2016.37. PMC 4927329. PMID 27032981.
  2. ↑ Tucker, K. L (2016). "Nutrient intake, nutritional status, and cognitive function with aging". Annals of the New York Academy of Sciences. 1367 (1): 38–49. doi:10.1111/nyas.13062. PMID 27116240.
  3. ↑ Jane Higdon; Victoria J. Drake (2011). Evidence-Based Approach to Vitamins and Minerals: Health Benefits and Intake Recommendations (Edisi 2nd). Thieme. ISBN 978-3131644725.
  4. 1 2 Blancquaert, D; De Steur, H; Gellynck, X; Van Der Straeten, D (2017). "Metabolic engineering of micronutrients in crop plants" (PDF). Annals of the New York Academy of Sciences. 1390 (1): 59–73. doi:10.1111/nyas.13274. hdl:1854/LU-8519050. PMID 27801945.
  5. ↑ Marschner, Petra, ed. (2012). Marschner's mineral nutrition of higher plants (Edisi 3rd). Amsterdam: Elsevier/Academic Press. ISBN 9780123849052.
  6. ↑ "Minerals". Corvallis, OR: Micronutrient Information Center, Linus Pauling Institute, Oregon State University. 2018. Diakses tanggal 19 Februari 2018.
  7. 1 2 "Vitamins and minerals". US Department of Agriculture, National Agricultural Library. 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Juli 2016. Diakses tanggal 18 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Vitamins". Corvallis, OR: Micronutrient Information Center, Linus Pauling Institute, Oregon State University. 2018. Diakses tanggal 19 Februari 2018.
  9. ↑ "World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019" (Dokumen). 2019. hdl:10665/325771.{{cite document}}: Kutipan document memerlukan |publisher=
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan