Selasa, 03 November 2026
05:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Mikhail Lermontov

Mikhail Lermontov

Bagikan:
Mikhail Yuryevich Lermontov
250px-Mikhail_lermontov.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikhail Lermontov pada tahun 1837 - Lukisan oleh Pyotr Zabolotsky
LahirOktober 15 [K.J.: Oktober 3] 1814
MeninggalJuli 27 [K.J.: Juli 15] 1841 (umur 26)
Pyatigorsk, Kekaisaran Rusia
PekerjaanPenyajr, novelis, penulis drama, pelukis
Tanda tangan
250px-Mikhail_Lermontov_Signature.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Mikhail Yuryevich Lermontov (15 Oktober [K.J.: 3 Oktober] 1814 – 27 Juli [K.J.: 15 Juli] 1841) adalah penyair genius Rusia.

Biografi

Lermontov lahir di Moskow. Ayahnya seorang pegawai pensiun, ibunya pula anak seorang janda yang kaya (nenek Lermontov). Masa kanak-kanak dihabiskan di ladang neneknya di Tarkhani (daerah Penza). Ketika Lermontov genap usia tiga tahun ibunya meninggal dunia dan dia dipelihara oleh neneknya. Pada tahun 1830, dia mulai pelajarannya di Universitas Moskow, tetapi karena salah paham dengan para dosen meninggalkan Universitas dan masuk Sekolah Ketentaraan di St. Petersburg. Pada tahun 1834 sesudah tamat sekolah itu, dia berdinas di salah satu resimen di pinggir kota.

Pada tahun 1837, sesudah mendapat berita tentang meninggalnya Pushkin ia menulis sajak "Na Smert’ Poeta" (Matinya Seorang Penyair) di mana Pushkin disebut sebagai “abdi tebusan dari maruahnya”. Karena puisi itu, Lermontov pada tahun tersebut juga dibuang ke Kaukasia ke tentara berperang. Kehidupan di sana dicerminkan dalam sajak panjang "Demon" (1838) dan novel "Geroy Nashego Vremeni" (Pahlawan Zaman Kita).[1] Pada tahun 1830-an dia menyumbangkan karyanya ke majalah “Otechestvennie Zapiski”.

Karena duel (pertarungan pistol) dengan anak lelaki Duta Prancis maka Lermontov dibuang ke Kaukasia untuk kali kedua. Dia berani berperang tetapi tsar Nikolai I mencoret namanya dari daftar penganugerahan. Pada tahun 1841, dia berduel lagi di kota Pyatigorsk dan ditembak mati.

Kegiatan kreatif

Lermontov mulai menulis ketika masih kanak-kanak. Karya pertamanya, puisi "Haji Abrek" diterbitkan pada tahun 1835. Puisi Lermontov pada tahun 1828-34 merupakan semacam catatan harian poetis (puisi liris): misalnya "Parus" (Layar); pada tahun 1834-41 puisinya bergaya lebih realistis: "Rodina" (Tanah Air), "Prorok" (Nabi). Dia tak sempat melihat penerbitan sebagian besar puisinya. Hanya satu kumpulan pernah diterbitkan semasa kehidupannya (1840).

Peringatan

250px-LermontovPatung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung penyair Rusia Lermontov di Kuala Lumpur (pematung Grigory Pototsky), 2015

Terjemahan ke bahasa Indonesia

  • Mikhail Lermontov. Pahlawan Zaman Kita. Penerjemah Koesalah Soebagyo Toer. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2009.

Bacaan lanjut

  • Pogadaev, Victor (2009). Mawar Emas. Kuala Lumpur: Institut Terjemahan Negara Malaysia. ISBN 978-983-068-350-8. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-28. Diakses tanggal 2017-04-30.

Rujukan

  1. ↑ https://www.goodreads.com/book/show/7798680-pahlawan-zaman-kita?rating=1
  2. ↑ http://www.malaysiakini.com/news/290581
  3. ↑ Victor A. Pogadaev. Penyair Rusia menetap di Malaysia. - Dewan Sastera. Kuala Lumpir: DBP. 2015, Bil. 5, Jilid 45, p. 4. ISSN 0126-5059

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan