Sabtu, 24 Oktober 2026
06:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Mh. Rustandi Kartakusuma

Bagikan:
Muhammad Rustandi Kartakusuma
Lahir(1921-07-21)21 Juli 1921
Meninggal11 April 2008(2008-04-11) (umur 86)
Orang tuaNyi Mas Siti Maryam (ibu)
Mas Kadarisman Kartakusuma (ayah)
KerabatM.M.R. Kartakusuma (kakak)
Karier kepenulisan
Karya terkenalRekaman dari Tujuh Daerah (1951)
Lagu Kian Menjauh (1959)
Merah Semua Putih Semua (1961)
Prabu dan Putri (1950)

Mh. Rustandi Kartakusuma, (20 Juli 1921 – 11 April 2008) adalah sastrawan Indonesia.

Keluarga

Sastrawan Angkatan 45 ini sampai akhir hayatnya tidak beristri. Pada masa tuanya, sejak 13 November 1996, ia tinggal di Panti Jompo sebelum menumpang di rumah kakaknya M.M.R. Kartakusuma di Kebon Sayur, Jakarta.

Aktivitas

Rustandi menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di berbagai media. Ia sempat mengajar di Yale University, Amerika Serikat dan Harvard University, serta memberi kuliah di Massachusetts Institute of Technology atas undangan Stichting voor Culturele Samenwerking. Ia juga pernah tinggal setahun di Belanda dan belajar musik di Muzieklyceum, Amsterdam.

Penghargaan

Karya lainnya

  • Prabu dan Puteri, Sebuah Tragedi (drama, 1950)
  • Rekaman dari Tudjuh Daerah (kumpulan sajak, 1951)
  • Heddie dan Tuti. Tonil Satu Babak Anak Muda (1951)
  • Merah Semua Putih Semua (drama, 1958, mendapat Hadiah BMKN 1960, tetapi ditolak Rustandi)

Lain-lain

Masalah kebudayaan Rustandi pernah berpolemik dengan Sutan Takdir Alisjahbana.

Referensi

  • Zainal Hakim. 1995. Biografi Pengarang Mh. Rustandi Kartakusuma dan Karyanya. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan