Jumat, 30 Oktober 2026
20:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Meriam tank 75 mm Tipe 5

Meriam tank 75 mm Tipe 5

meriam tank Jepang

Bagikan:
250px-Type5_75mm_tank_gun_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meriam tank 75 mm Tipe 5 Mark I

Meriam tank 75 mm Tipe 5 digunakan sebagai persenjataan utama tank purwarupa medium Tipe 4 Chi-To milik Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Meriam ini merupakan salah satu meriam tank terbesar yang dipasang pada tank Perang Dunia II Jepang.[1][2] Karena penundaan akibat kelangkaan sumber daya di akhir perang, hanya dua meriam yang pernah dipasang pada Tipe 4 Chi-To, yang tidak digunakan dalam pertempuran manapun.[2] Meriam tank ini juga dipasang pada purwarupa Tipe 5 Chi-Ri and purwarupa penghancur tank Tipe 5 Na-To.

Penggunaan

250px-Front_angle_close-up_of_Type_4_Chi-To.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampilan depan Tipe 4 Chi-To dengan meriam tank 75 mm Tipe 5

Tipe 5 75 mm ditujukan sebagai persenjataan utama tank medium Tipe 4 Chi-To, yang merupakan peningkatan dari tank terkuat AD Kekaisaran Jepang, Tipe 3 Chi-Nu.[3] purwarupa pertama Tipe 4 Chi-To dikirimkan pada tahun 1944. Meskipun merupakan tank Jepang yang paling canggih dan kuat, kelangkaan bahan dan industri menjelang akhir perang mengakibatkan hanya dua unit yang selesai dibuat.[2]

Tipe 4 Chi-To memiliki meriam laras panjang 75 mm L/56,4 (4,23 m). Merupakan varian dari meriam anti-pesawat 75mm Tipe 4,[4][5] meriam ini dipasang pada sebuah turet heksagonal yang besar, dan mampu mencapai elevasi antara -6,5 hingga +20 derajat. Memiliki kecepatan luncur 850 m/s dan penetrasi baja hingga 75 millimeter pada jarak 1.000 meter.[4][6]

Produksi Tipe 4 Chi-To yang direncanakan adalah 25 tank perbulan di dua pabrik Mitsubishi Heavy Industries. Penundaan yang diakibatkan kelangkaan menjelang akhir perang menyebabkan hanya 6 sasis yang dibuat pada tahun 1945 dan hanya dua yang diketahui selesai. Tidak ada satupun tank yang selesai dibuat digunakan dalam pertempuran sebelum berakhirnya perang di Pasifik.[2][7]

250px-Chi-Ri.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Purwarupa Tipe 5 Chi-Ri yang belum selesai

Meriam tank Tipe 5 dipasang pada tank medium Tipe 5 Chi-Ri sebagai meriam utamanya.[2] Akhirnya sebuah meriam 88 mm (berdasarkan meriam anti-pesawat Tipe 99 88 mm ) direncanakan untuk dipasang.[2] Tipe 5 Chi-Ri menggunakan versi sasis Type 4 Chi-To yang dipanjangkan dan memiliki perisai baja las miring yang lebih tebal. Dengan berakhirnya Perang Pasifik, sebuah purwarupa Tipe 5 yang belum selesai direbut oleh pasukan Amerika selama pendudukan Jepang.[2][8]

Purwarupa penghancur tank Tipe 5 Na-To juga menggunakan meriam tank Tipe 5 sebagai persenjataan utamanya. Hanya dua unit Tipe 5 Na-To yang selesai dibuat saat Jepang menyerah. Tidak ada yang digunakan dalam pertempuran.[9][10]

Catatan

  1. ↑ Tomczyk 2005, hlm. 18–22, 30.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Zaloga 2007, hlm. 22.
  3. ↑ Tomczyk 2005, hlm. 3, 5.
  4. 1 2 Taki's Imperial Japanese Army: "Tank Guns"
  5. ↑ Tomczyk 2005, hlm. 19, 22, 30.
  6. ↑ Hara 1972, hlm. 18.
  7. ↑ Tomczyk 2005, hlm. 19, 22.
  8. ↑ Tomczyk 2005, hlm. 23.
  9. ↑ Zaloga 2007, hlm. 20.
  10. ↑ Tomczyk 2007, hlm. 10.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan