Jumat, 23 Oktober 2026
22:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Menjilat mineral

Menjilat mineral

Bagikan:
250px-Bos_gaurus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gaur sedang menjilat mineral

Menjilat mineral (dikenal juga sebagai menjilat garam atau menjilat tanah) adalah cara memperoleh garam-garam dengan cara memakan gumpalan tanah yang mengandung garam, menggemburkan tanah tebing yang keras dengan kaki depan dan gadingnya, dan makan pada saat hari hujan atau setelah hujan.[1] Garam-garam mineral tersebut antara lain adalah kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S) fosforus (P), potassium (K), dan sodium (Na).[2][3][4][5]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-15. Diakses tanggal 2014-07-07.
  2. ↑ Emmons, L. H.; Stark, N. M. (1979). "Elemental composition of a natural mineral lick in Amazonia". Biotropica. 11 (4): 311–313. JSTOR 2387925.
  3. ↑ Black, J. G.; Mosquera, D.; Guerra, J.; Loiselle, B. A.; Romo, D.; Swing, K. (2011). "Mineral licks as diversity hotspots in lowland forest of eastern Ecuador". Diversity. 3 (2): 217–234. doi:10.3390/d3020217.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ↑ Ayotte, J. B.; Parker, K. L.; Gillingham, M. P. (2008). "Use of natural licks by four species of ungulates in northern British Columbia". Journal of Mammalogy. 89 (4): 1041–1050. doi:10.1644/07-MAMM-A-345.1.
  5. ↑ Atwood, T. C.; Weeks, H. P. (2003). "Sex-specific patterns of mineral lick preference in white-tailed deer". Northeastern Naturalist. 10 (4): 409–414. JSTOR 3858657.

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan