Selasa, 22 September 2026
20:07 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Menjala (surat kabar)

Menjala adalah surat kabar berbahasa Indonesia yang terbit pertama kali pada 1 November 1932. Pada sampul depannya, ditulis bahwa Menjala "diterbitkan oleh Kaum Radikal Kerakyatan" dan "turut mencepatkan datangnya Indonesia merdeka". Kantor redaksinya beralamat di Surabaya, Jawa Timur[1]

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007, Menjala adalah koran pergerakan yang memiliki kedekatan khusus dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) bentukan Soekarno pada 4 Juli 1927. Walaupun redaksi Menjala membantah sebagai corong PNI, tetapi berita PNI mendominasi pewartaannya. Tak pelak, banyak pihak menuding Menjala sebagai organ partai politik sempalan PNI.[1]

Di empat edisi awal, Menjala terbit empat halaman, setelah itu menjadi delapan halaman dengan memuat berbagai tema tulisan, mulai dari politik, ekonomi, dan sosial. Selain berita dalam negeri, surat kabar ini memuat berita internasional, kronik, hingga ruang berdebat.[1]

Biaya langganan Menjala sebesar 0,90 gulden untuk tiga bulan atau 0,30 gulden untuk 1 bulan. Surat kabar ini juga dijual eceran sebesar 0,1 gulden.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Seabad Pers kebangsaan, 1907–2007 (Edisi Cet. 1). Jakarta: I:Boekoe. 2007. hlm. 437–439. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan