Senin, 21 September 2026
19:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Memoar

Memoar

250px-Walden_Thoreau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memoar Walden

Memoar (juga biasa ditulis memoir) adalah kenang-kenangan yang menyerupai autobiografi dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya.[1] Seluk-beluk sejarah dalam memoar tidak mutlak benar.[1] Akan tetapi, memoar tetap menjadi bahan penting untuk penulisan biografi.[1] "Hikayat Abdullah" merupakan memoar Abdullah bin Abdulkadir Munsyi.[1] Memoar dapat mencapai nilai sastra yang tinggi.[1] Winston Churchill (1874-1965) mendapat hadiah nobel untuk sastra (1953) karena memoarnya mengenai Perang Dunia II.[1] Penulis memoar biasanya adalah orang-orang yang berperan atau pengamat yang dekat dengan peristiwa sejarah.[2] Tujuan utamanya adalah untuk menggambarkan atau menginterpretasikan peristiwa.[2]

Perang Sipil di Inggris pada abad ke-17 meninggalkan banyak kenangan. Beberapa yang terkenal adalah memoar Sir Edmund Ludlow dan Sir John Reresby.[2] Pada abad ke-20, banyak negarawan terkemuka dan orang-orang militer menjelaskan pengalaman mereka dalam sebuah memoar.[2] Memoar yang terkenal pada Perang Dunia II selain tulisan Churchill adalah memoar Viscount Montgomery dan Charles de Gaulle.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Memoir". Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan