Rabu, 28 Oktober 2026
11:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Mehmet Talat Pasha

Mehmet Talat Pasha

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Mehmet Talat Pasha" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Mehmed Talat
250px-Mehmed_talaat_pasja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wazir Agung Kesultanan Utsmaniyah
Penguasa monarki
PendahuluSaid Halim Pasha
PenggantiAhmed Izzet Pasha
Menteri Dalam Negeri
Wazir AgungSaid Halim Pasha
Dirinya Sendiri
PendahuluMehmed Adil
PenggantiMustafa Arif
Wazir Agungİbrahim Hakkı Pasha Hüseyin Hilmi Pasha
PendahuluMehmed Ferid Pasha
PenggantiHalil Menteşe
Informasi pribadi
Lahir(1874-09-01)1 September 1874
Meninggal15 Maret 1921(1921-03-15) (umur 46)
Suami/istriHayriye Talaat Bafralı

Mehmed Talaat Pasha (bahasa Turki: Mehmet Talat Paşa; 1 September 1874 – 15 Maret 1921) ialah salah satu tokoh dari 3 serangkai İttihat ve Terakki Kesultanan Utsmaniyah. Talaat Pasha merupakan ketua Komite Persatuan dan Kemajuan, yang beroperasi sebagai kediktatoran partai tunggal di Utsmaniyah; selama Perang Dunia I ia menjadi Wazir Agung (Perdana Menteri).

Pasha dilahirkan dari sebuah keluarga terkemuka tentara Ottoman. Posisinya di dalam masyarakat memungkinkannya memperoleh pendidikan yang terbaik. Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas Edirne. Ia bergabung dengan staf perusahaan telegraf di Edirne, tetapi ia segera ditangkap pada 1893 karena aktivitas subversif politiknya. Ia aktif terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Sultan Abdülhamit II. Dua tahun kemudian ia dilepaskan dan diangkat menjadi kepala pos dan telegraf di Salonika dan memainkan peranan penting bagi gerakan Turki Muda.

Antara 1898 dan 1908 ia bekerja sebagai pejabat pos di Kantor Pos Selanik dan akhirnya menjadi kepala Kantor Pos di situ. Pada 1908 ia dipecat karena menjadi anggota Komite Persatuan dan Kemajuan (KPK), benih permufakatan gerakan Turki Muda. Namun setelah Revolusi Turki Muda pada 1908, ia menjadi wakil Edirne di Parlemen Ottoman, dan pada Juli 1909 ia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Ia kemudian menjadi Menteri Pos dan belakangan sekretaris jenderal KPK pada 1912. Setelah pembunuhan Perdana Menteri Mahmut Şevket Pasha, Juli 1913, Talat Pasha sekali lagi menjadi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Said Halim Pasa.

Sebelum pecahnya Perang Dunia I, Talat berpihak dengan kekuatan Sekutu. Namun pada 1914, karena pengaruh Enver Paşa, menteri peperangan dan salah satu dari triumvirat, Kerajaan Ottoman ikut berperang dan memihak Jerman. Ini adalah langkah celaka. Talat, sebagai menteri dalam negeri, harus bertanggung jawab atas deportasi orang-orang Armenia dari provinsi-provinsi timur Kerajaan itu, yang terbuka kepeda pengaruh Rusia, ke Suriah dan Mesopotamia. Sebagian sejarawan mempersalahkannya atas operasi yang barbar itu. Pada 1917 ia menjadi Menteri Besar. Ia mengundurkan diri pada 14 Oktober 1918, tak lama sebelum takluknya Ottoman kepada tentara Sekutu dan Perjanjian Mondros.

Pada November 1918, bersama-sama dengan Enver Paşa dan Cemal Paşa, ia melarikan diri ke Berlin, dan dibunuh orang Armenia Soghomon Tehrilian pada 16 Maret 1921 karena peranannya dalam memerintahkan pembunuhan atas orang-orang Armenia di desanya. Tiga hari sebelum pembunuhannya, Talat Pasha berjumpa dengan tokoh diplomatik Inggris, Aubrey Herbert. Ia dikebumikan di Kuburan Turki di Berlin. Pada 1943, sisa-sisa jenazahnya dibawa ke Istanbul dan dikuburkan kembali di Şişli. Memoar perangnya diterbitkan setelah kematiannya.

Lihat pula

Referensi


Flag of TurkiBiography icon

Artikel bertopik biografi Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan